Imlek 2026: Robot Humanoid China Tampil di Gala Nasional, Upgrade-nya Terasa Banget

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:00 WIB
Imlek 2026: Robot Humanoid China Tampil di Gala Nasional, Upgrade-nya Terasa Banget
Imlek 2026: Robot Humanoid China Tampil di Gala Nasional. 21/2/2026 (astakom/Tangkapan Layar/CCTV)

astakom.com, Techno - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Beijing bukan cuma soal lampion dan tarian tradisional. Di panggung Gala Festival Musim Semi produksi China Media Group (CMG), robot humanoid tampil live sebagai bagian resmi pertunjukan nasional.

Dilaporkan oleh CGTN, robot-robot ini ikut adegan seni bela diri, sketsa komedi, sampai aksi manipulatif seperti melipat pakaian semuanya dalam siaran langsung berskala global.

Setahun lalu robot humanoid masih banyak “jatuh bangun” di ajang kompetisi. Sekarang? Gerakannya lebih stabil, responsnya lebih halus, dan tampil pede di acara TV paling prestisius di China.

Dari robot uji coba ke aktor panggung nasional

Gala Festival Musim Semi CMG dikenal sebagai salah satu program televisi dengan penonton terbesar di dunia setiap malam Tahun Baru Imlek. Jadi tampil di sana bukan hal kecil.

Di edisi 2026, robot humanoid tidak sekadar muncul sebagai demo teknologi. Mereka masuk ke dalam koreografi terstruktur, mengikuti tempo musik, dan berinteraksi dalam sketsa komedi.

Artinya, sistem kontrol gerak, keseimbangan, dan koordinasi tangan-mata mereka sudah jauh lebih matang.

Beberapa perusahaan robotika yang terlibat antara lain Unitree Robotics serta pengembang Shanghai EmbodyDeep Science and Technology Co., Ltd.

CEO EmbodyDeep, Shi Zhongwei, bahkan menegaskan bahwa robot kini bisa menjadi “aktor digital” dan bagian dari ekspresi seni modern. Ini menandai pergeseran: dari mesin industri ke simbol budaya teknologi.

Dulu masih banyak keterbatasan

Kalau mundur ke Agustus 2025, situasinya berbeda. Melansir laporan Astakom berjudul “China Gelar Pertandingan Robot Humanoid Pertama di Dunia, Tampilkan Kecanggihan dan Keterbatasan Teknologi”, Beijing saat itu menggelar World Humanoid Robot Games pertama.

Lebih dari 500 robot dari 16 negara ikut cabang seperti lari, sepak bola, hingga tinju. Tapi laporan tersebut juga menyoroti banyak robot masih kesulitan menjaga keseimbangan dan merespons lingkungan dinamis.

Kompetisi itu disebut sebagai eksperimen besar—tempat kelemahan teknologi terlihat jelas. Namun justru dari sana proses evaluasi dan penyempurnaan dipacu.

2026: Lebih stabil, lebih terkontrol, lebih mateng

Di Gala Imlek 2026, peningkatan itu terasa nyata. Robot mampu mempertahankan keseimbangan saat bergerak cepat dalam koreografi, melakukan manipulasi objek dengan presisi lebih baik, serta berinteraksi dalam format siaran langsung tanpa gangguan besar.

Perbedaannya bukan cuma teknis, tapi juga soal positioning. Robot humanoid kini dipresentasikan sebagai bagian dari wajah inovasi nasional—bukan sekadar proyek laboratorium.

Dari arena olahraga eksperimental ke panggung budaya nasional dalam satu tahun, arah perkembangannya terlihat jelas: lebih matang, lebih stabil, dan lebih siap masuk ruang publik.

Gen Z Takeaway
Kalau 2025 itu fase “trial and error”, maka 2026 kelihatan kayak versi update-nya. Belum sepenuhnya sempurna, tapi progresnya real dan kelihatan di panggung besar. Buat Gen Z, ini reminder kalau teknologi itu nggak instan—tapi kalau terus diuji dan di-upgrade, hasilnya bisa lompat jauh dalam waktu singkat.

China Humanoid Imlek 2026 Robot Robot Humanoid Teknologi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB