Spek Tempur Giuseppe Garibaldi: Kapal Induk Italia yang Segera jadi Milik TNI!

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Minggu, 15 Februari 2026 | 17:43 WIB
Spek Tempur Giuseppe Garibaldi: Kapal Induk Italia yang Segera jadi Milik TNI!
Spek Tempur Giuseppe Garibaldi: Kapal Induk Italia yang Segera jadi Milik TNI! (Astakom/marina.difesa.it/FB: Nusantara)

astakom.com, Techno  - Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam penguatan teknologi pertahanan laut. Kementerian Pertahanan RI memastikan kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia untuk TNI.

Konfirmasi ini menandai langkah signifikan dalam modernisasi alutsista, meski seluruh proses administrasi dan teknis masih berjalan.

Fokus pemerintah bukan pada pembelian, melainkan pada penyesuaian sistem agar kapal kompatibel dengan kebutuhan operasional TNI AL.

Di atas kertas, spesifikasi kapal ini memang masuk kategori strategis. Namun implementasinya tetap bergantung pada retrofit, kesiapan awak, serta integrasi sistem tempur.

Resmi hibah, administrasi dan retrofit masih berjalan

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan status kapal tersebut adalah hibah.

“Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan RI Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, Jumat (13/2/2026).

Rico menjelaskan anggaran yang telah disiapkan pemerintah akan dialokasikan untuk proses penyesuaian teknis.

“Retrofit dilaksanakan setelah administrasi hibah lengkap sesuai ketentuan,” kata Rico.

Kemhan bersama TNI AL juga telah menyiapkan calon awak kapal, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan sebelum operasional penuh.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali, menyatakan proses pengadaan masih dalam tahap negosiasi antara TNI AL, Angkatan Laut Italia, Fincantieri, dan Kemhan RI.

“Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujarnya.

Kapal yang dimaksud adalah ITS Giuseppe Garibaldi (C 551), kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia yang mulai bertugas pada 1985 dan tidak lagi menjadi bagian dari armada garis depan operasional setelah hadirnya platform yang lebih baru.

Spesifikasi teknis: carrier ringan berbasis turbin gas

Secara teknis, Giuseppe Garibaldi masuk kategori light aircraft carrier dengan konfigurasi STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing).

Spesifikasi utama:

  • Panjang: ±180,2 meter
  • Displacement penuh: ±13.850 ton
  • Draft: ±8 meter
  • Mesin: 4 × Gas Turbine General Electric LM2500
  • Total daya: ±81.000 shp
  • Kecepatan maksimum: ±30 knot
  • Jarak jelajah: ±7.000 nautical miles
  • Awak kapal: ±550 personel (dapat mencapai ±800 termasuk unsur udara)

Dek depan menggunakan ski-jump untuk mendukung pesawat lepas landas jarak pendek.

Kapasitas udara maksimal mencakup:

  • 12–16 AV-8B Harrier II
  • atau kombinasi pesawat tempur dan helikopter seperti SH-3 Sea King dan NH90

Hingga saat ini Indonesia belum mengoperasikan pesawat tempur STOVL, sehingga konfigurasi udara operasional nantinya akan bergantung pada keputusan pengadaan lanjutan.

Sistem tempur dan pertahanan berlapis

Sebagai kapal induk ringan, kekuatan utamanya berada pada air wing. Namun kapal ini juga memiliki sistem pertahanan mandiri.

Radar dan Sensor

  • Radar 3D Air Search Selenia MM/SPS-768 (RAN-3L)
  • Radar permukaan AN/SPS-52C
  • Fire control radar RTN-30X
  • Sistem peperangan elektronik (ECM)
  • SCLAR 20-barrel decoy launcher (chaff dan flare)

Konfigurasi ini memungkinkan deteksi ancaman udara dan permukaan sekaligus kemampuan countermeasure terhadap rudal.

Sistem Persenjataan Organik

  • Albatros SAM System dengan rudal Aspide
    • Jangkauan efektif sekitar 15–25 km
  • 3 × OTO Melara 40 mm twin gun

Kemampuan anti-kapal selam terutama ditopang oleh helikopter ASW yang dioperasikan dari dek penerbangan, bukan dari sistem torpedo organik utama seperti pada frigat atau destroyer.

Dalam doktrin operasional NATO, kapal induk tetap beroperasi dalam gugus tugas yang dilindungi kapal pengawal seperti frigat atau destroyer.

Implikasi strategis bagi Indonesia

Jika seluruh tahapan administrasi dan teknis rampung, Indonesia berpotensi memiliki kapal induk pertama dalam sejarah TNI AL. Namun operasional penuh tetap bergantung pada penyelesaian hibah, retrofit, kesiapan SDM, serta integrasi sistem udara yang kompatibel.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan postur pertahanan maritim Indonesia di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

Gen Z Takeaway

Headline-nya memang besar, tapi realitasnya teknis. Kapal ini punya radar 3D, rudal pertahanan udara, sistem peperangan elektronik, dan kapasitas air wing tempur. Namun kekuatan sebenarnya baru optimal jika retrofit selesai dan platform udara tersedia. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, ini bisa menjadi salah satu tonggak transformasi kemampuan laut Indonesia dari sekadar pertahanan kepulauan menuju proyeksi udara berbasis laut.

Giuseppe Garibaldi Kapal Giuseppe Garibaldi kapal induk Kementerian Pertahanan Kementerian Pertahanan RI

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB