Nggak cuma Upgrade Gizi Anak, MBG Hidupkan Petani-Ibu Rumah Tangga!
astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu bukan cuma soal upgrade kualitas gizi anak bangsa, tapi juga jadi booster ekonomi rakyat, terutama buat petani, pelaku UMKM, dan masyarakat kecil.
Melansir astakom.com, Prabowo memandang program MBG merupakan kebutuhan mayoritas masyarakat dan telah diterapkan di banyak negara, termasuk negara maju dan demokratis.
Hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga bukan sekadar fasilitas, tapi sudah ikut buka lapangan kerja baru dan ningkatin demand terhadap produk pangan lokal.
"Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Setiap hari membutuhkan telur, daging ayam, sayur, dan bahan pangan lainnya. Ini menghidupkan petani kecil dan UMKM," ujar Prabowo, dalam agenda meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan gudang ketahanan pangan Polri, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
MBG bermanfaat bagi petani-ibu rumah tangga
Prabowo menuturkan bahwa sebelumnya banyak petani yang mengalami kesulitan ketika ingin memasarkan hasil panen. Namun, dengan adanya program MBG, hasil panen para petani kini terserap secara berkelanjutan.
"Dulu petani panen bingung siapa yang beli. Sekarang hasil panen langsung terserap," katanya.
SPPG juga membuka lapangan kerja untuk para ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak berpenghasilan.
"Mereka bekerja, mereka bisa bantu suami, mereka bisa membantu anaknya," ucap Prabowo.
Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau lebih dari 60,2 juta penerima manfaat dengan dukungan sekitar 23 ribu SPPG yang tersebar di 38 provinsi.
MBG mengurangi kesenjangan sosial
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, Prabowo menegaskan bahwa MBG juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan konsumsi rumah tangga.
"Beberapa kepala daerah melaporkan bahwa MBG membantu menurunkan ketimpangan dan memperkuat daya beli masyarakat," ungkapnya.
Melansir astakom.com, Prabowo memandang program MBG merupakan kebutuhan mayoritas masyarakat dan telah diterapkan di banyak negara, termasuk negara maju dan demokratis.
Program tersebut dinilai penting untuk menjamin kesejahteraan keluarga, terutama bagi kalangan tidak berada.











