astakom.com, Jakarta — Sebentar lagi 14 Februari nih. Media Sosial udah mulai dipenuhi emoji hati, promo cokelat, sampai reservasi makan malam yang cepat penuh. Namun di balik suasana romantis itu, Valentine ternyata punya sejarah panjang dan simbol-simbol khas yang sudah mengakar selama ratusan tahun.
Berawal dari kisah Santo Valentinus
Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Hari Valentine berakar dari kisah Santo Valentinus, tokoh Kristen abad ke-3 di Roma yang diyakini wafat pada 14 Februari.
Sementara itu, menurut History.com, kaitan 14 Februari dengan romantisme mulai berkembang pada Abad Pertengahan di Inggris dan Prancis. Saat itu, tanggal tersebut dipercaya sebagai awal musim kawin burung, yang kemudian diasosiasikan dengan cinta dan pasangan.
Seiring waktu, tradisi ini berkembang di berbagai negara menjadi hari untuk mengekspresikan kasih sayang.
Cokelat dan permen berbentuk hati
Valentine identik dengan cokelat. Tradisi ini bukan sekadar strategi pemasaran modern.
Menurut National Confectioners Association (NCA) di Amerika Serikat, Valentine menjadi salah satu momen penjualan permen dan cokelat terbesar setiap tahun.
Laporan budaya yang dirangkum BBC menyebutkan, kotak cokelat berbentuk hati mulai populer pada abad ke-19 di Inggris dan sejak itu menjadi simbol klasik Valentine.
Mawar merah sebagai simbol cinta
Selain cokelat, mawar merah juga menjadi ikon Valentine.
Data dari Society of American Florists menunjukkan jutaan tangkai mawar merah dikirim setiap perayaan 14 Februari. Secara historis, mawar merah dikaitkan dengan Venus, dewi cinta dalam mitologi Romawi, sehingga identik dengan simbol romantisme dan kasih sayang.
Kartu ucapan dan surat cinta
Tradisi bertukar kartu Valentine sudah berlangsung sejak abad ke-18 di Inggris.
Menurut industri kartu ucapan seperti Hallmark, Valentine termasuk salah satu momen terbesar pengiriman kartu setiap tahunnya. Kini bentuknya bisa lebih digital, tetapi esensinya tetap sama: menyampaikan perasaan secara langsung.
Dinner romantis dan pengalaman bersama
Valentine modern juga identik dengan makan malam romantis dan aktivitas bersama.
Berdasarkan laporan National Retail Federation (NRF), belanja konsumen saat Valentine di Amerika Serikat setiap tahunnya mencapai miliaran dolar. Tren terbaru menunjukkan generasi muda cenderung memilih pengeluaran berbasis pengalaman, seperti makan malam atau perjalanan singkat, dibanding hanya membeli barang fisik.
Dirayakan secara global dengan tradisi berbeda
Dilansir dari BBC Culture, Valentine dirayakan di banyak negara dengan adaptasi unik. Di Jepang, perempuan memberikan cokelat pada tanggal 14 Februari kepada laki-laki, lalu laki-laki membalasnya saat White Day pada 14 Maret.
Di Korea Selatan, perayaan terkait cinta bahkan berlangsung dalam beberapa hari khusus sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Valentine telah berkembang menjadi fenomena budaya global.

