astakom.com, Jakarta — Melihat kinerjanya dan gagasannya membangun bangsa, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terang-terangan kasih dukungan penuh ke Presiden Prabowo.
Menurutnya, Asta Cita yang diusung pemerintah sekarang punya arah yang solid dan relevan buat masa depan Indonesia.
“Saya harus menyampaikan bahwa saya mendukung Presiden Prabowo. Mengapa dan saya memberikan pandangan-pandangan yang jernih kepada beliau hingga saat ini, karena kita ingin presiden kita sukses,” ujar SBY dalam Yudhoyono Dialogue Forum di Pacitan, berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, Kamis (12/2/2026).
“Asta Cita yang saya dalami sebenarnya sebuah visi, strategi dan misi yang baik. Oleh karena itu, saya akan membantu dengan cara saya agar Asta cita beliau (Presiden Prabowo) itu bisa dijalankan karena bagus untuk rakyat kita, untuk Indonesia, untuk masa depan kita,” tambah SBY.
Keyakinan SBY terhadap gagasan Asta Cita
Dalam keterangannya, SBY juga menekankan keyakinannya bahwa Asta Cita yang jadi gagasan Prabowo yang mampu membawa Indonesia jadi negara yang lebih kuat dan maju.
“Saya belum berani mengatakan 19 tahun dari sekarang kita betul-betul menjadi negara maju. Tetapi Insyaallah, kita menjadi negara yang jauh lebih kuat. Indonesia kuat, ekonomi kuat, demokrasi kuat dalam arti yang positif dan peradaban yang lebih berkembang,” tegasnya.
SBY melanjutkan, agar Indonesia jadi negara yang kuat dan maju, harus memiliki pemimpin yang memiliki sikap negarawan yang berpikir secara menyeluruh untuk kepentingan jangka panjang.
“Memimpin negara tidak sama seperti menanam kacang tanah, tiga bulan panen. Politisi barangkali berpikir tiap lima tahun, negarawan berpikir jangka panjang,” ujar SBY.
Pentingnya implementasi kebijakan yang
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya implementasi kebijakan yang tepat tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga jangka panjang sampai Indonesia menjadi negara maju.
“Kalau ekonomi sedang susah, semua ingat John Maynard Keynes. Tapi ingat, tugas Indonesia bukan hanya mengatasi ekonomi 5-7 tahun ke depan, tapi 20-45 tahun ke depan, sampai kita menjadi negara maju,” tegasnya.

