Stok Aman, Bansos Jalan! Pemerintah Gaspol Salurkan Beras ke 35 Juta Keluarga pada Kuartal I

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:30 WIB
Stok Aman, Bansos Jalan! Pemerintah Gaspol Salurkan Beras ke 35 Juta Keluarga pada Kuartal I
Ilustrasi/Stok Aman, Bansos Jalan: Pemerintah Gaspol Salurkan Beras ke 35 Juta Keluarga pada Kuartal I (astakom/str-Destriadi Yunas Jumasani)

astakom.com, Jakarta — Pemerintah memastikan pasokan beras nasional tetap aman meski bakal menggelontorkan bantuan sosial (bansos) beras dalam jumlah besar pada kuartal I 2026. Program ini menyasar lebih dari 35 juta keluarga dan menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, lonjakan produksi beras pada Januari hingga Maret 2026 membuat pemerintah optimistis distribusi bansos tidak akan mengganggu stok nasional.

Produksi dalam negeri dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekaligus program bantuan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat optimisme tersebut. Produksi beras nasional pada triwulan I 2026 diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton, naik 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,78 juta ton. Kenaikan ini menjadi fondasi utama kebijakan bansos di awal tahun.

Produksi naik, pasokan dinilai cukup

Airlangga menyebut peningkatan produksi menjadi dasar pemerintah mengeksekusi program bantuan beras tanpa khawatir mengganggu stabilitas pasokan.

“Diperkirakan dengan kenaikan produksi yang ada, pasokan bagi bantuan sosial beras itu mencukupi,” ujar Airlangga, Rabu (11/2/2026).

Kenaikan produksi pada awal tahun umumnya dipengaruhi musim panen raya di sejumlah sentra produksi. Momentum ini kerap dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat cadangan beras sekaligus menjaga harga tetap stabil di pasar.

35 juta keluarga terima beras dan minyak

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah akan menyalurkan 10 kilogram beras kepada masyarakat desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin), berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN). Tak hanya beras, penerima juga akan mendapatkan 2 liter minyak goreng.

Melansir dari astakom.com pada Kamis, (12/2/2026) pemerintah juga ngasih insentif atau bantuan pangan dengan ngasih beras 10kg dan 2 liter minyak goreng buat dua bulan sekaligus kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat.

Total sasaran program ini mencapai 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.

Airlangga menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal I untuk menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat. Konsumsi domestik selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Distribusi jadi kunci

Meski stok dipastikan aman, pemerintah menekankan pentingnya kelancaran distribusi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dinilai krusial agar bantuan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik,” kata Airlangga.

Distribusi bansos pada awal tahun juga sering dikaitkan dengan upaya menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan, ketika permintaan bahan pokok biasanya meningkat.

Gen Z Takeaway
Intinya: stok beras aman, bansos jalan, dan pemerintah lagi coba jaga daya beli biar ekonomi tetap gerak di awal 2026. Tapi yang paling krusial bukan cuma angka produksi—melainkan distribusinya. Karena kalau logistik tersendat, data bagus pun nggak akan terasa di dapur masyarakat.

Bansos Bansos Beras bantuan kemensos Prabowonomics Salurkan Beras ke 35 Juta Keluarga pada Kuartal I

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB