Wow! Elon Musk Isyaratkan Perangkat Baru Starlink, Fokus Internet Langsung ke Perangkat

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Senin, 9 Februari 2026 | 14:30 WIB
Wow! Elon Musk Isyaratkan Perangkat Baru Starlink, Fokus Internet Langsung ke Perangkat
Wow! Elon Musk Isyaratkan Perangkat Baru Starlink, Fokus Internet Langsung ke Perangkat (astakom/TED)

astakom.com, Jakarta — Isu soal HP Starlink kembali ramai dibicarakan. Namun di balik judul-judul sensasional, langkah SpaceX lewat Starlink sebenarnya tidak sesederhana membuat ponsel baru.

Perusahaan milik Elon Musk itu tengah menyiapkan perubahan besar dalam cara perangkat mobile terhubung ke internet, dengan memanfaatkan konektivitas satelit dan teknologi (AI).

Berbagai laporan media internasional, termasuk Reuters, menyebut SpaceX memang mengeksplorasi pengembangan perangkat mobile berbasis satelit sebagai bagian dari perluasan bisnis Starlink ke pasar baru.

Meski begitu, Elon Musk menegaskan bahwa perusahaannya tidak sedang membuat smartphone konvensional. Fokusnya justru mengarah pada perangkat dengan fungsi dan arsitektur yang benar-benar berbeda.

Perangkat berbeda, bukan smartphone biasa

Sumber Reuters menyebut SpaceX sebenarnya sudah merencanakan pengembangan ponsel selama bertahun-tahun. Isu ini kembali mencuat setelah Musk menanggapi pertanyaan pengguna Twitter/X soal potensi ponsel Starlink, yang ia sebut bukan sesuatu yang mustahil.

“Ini akan menjadi perangkat yang sangat berbeda dari ponsel saat ini. Dioptimalkan sepenuhnya untuk menjalankan jaringan neural dengan kinerja/watt maksimal,” tulis Musk dalam unggahannya di X, dikutip Reuters, Senin (9/2/2026).

Namun, Musk juga menegaskan dalam unggahan lain bahwa SpaceX tidak sedang mengembangkan ponsel, memperlihatkan pendekatan yang masih bersifat eksploratif, bukan produk yang siap diumumkan.

Pernyataan tersebut menguatkan bahwa perangkat yang dimaksud bukan sekadar alat komunikasi, melainkan perangkat mobile yang dirancang untuk konektivitas satelit dan komputasi AI, terutama untuk kebutuhan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan darat.

Saat satelit mulai gantikan peran BTS

Sejalan dengan isu perangkat, Starlink juga tengah mengembangkan teknologi Direct to Cell, sistem yang memungkinkan ponsel biasa tetap mengirim pesan atau terhubung ke jaringan meski berada di luar jangkauan BTS (Base Transceiver Station).

Dalam skema ini, satelit Starlink berfungsi layaknya menara seluler di orbit rendah Bumi. Fokus awalnya mencakup pesan teks dan komunikasi darurat, terutama saat jaringan darat tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil atau kondisi bencana.

Pendekatan ini berbeda dengan upaya SpaceX memproduksi ponsel sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, Starlink justru bekerja sama dengan operator seluler seperti T-Mobile untuk menghadirkan internet satelit langsung ke gawai yang sudah ada.

Saat ini, sekitar 650 satelit Starlink telah disiapkan khusus untuk bisnis direct-to-device, bagian dari jaringan Starlink yang kini telah berkembang menjadi lebih dari 9.500 satelit di orbit rendah Bumi.

Strategi bisnis Starlink dan taruhan besar SpaceX

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar SpaceX untuk memperluas sumber pendapatan Starlink, yang kini menjadi generator keuntungan vital bagi perusahaan.

“SpaceX memiliki rencana untuk bisnis Starlink untuk menghasilkan pendapatan, yang dapat diperluas ke pasar baru, termasuk HP Starlink, internet langsung ke perangkat, dan layanan pelacakan ruang angkasa,” kata sumber yang mengetahui masalah tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (9/2/2026).

Menurut sumber Reuters, Starlink menyumbang sekitar 50% hingga 80% dari total pendapatan SpaceX, dengan pendapatan perusahaan pada tahun lalu diperkirakan mencapai US$15–16 miliar dan laba sekitar US$8 miliar.

Ambisi SpaceX semakin luas

Dorongan ekspansi ini juga datang di tengah rencana SpaceX untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) paling cepat Juni mendatang.

Ambisi SpaceX semakin luas setelah Elon Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI, langkah yang disebut-sebut membuka jalan bagi rencana pembangunan pusat data di luar angkasa.

Seperti pengembangan AI dan direct-to-device, perluasan Starlink sangat bergantung pada roket Starship, yang dirancang untuk meluncurkan satelit Starlink generasi baru dengan kapasitas transmisi jauh lebih besar.

Musk menyebut setiap peluncuran Starship ke depan berpotensi meningkatkan kapasitas konstelasi Starlink hingga lebih dari 20 kali lipat.

Gen Z Takeaway
Ini bukan soal HP baru buat gaya-gayaan. Yang lagi dibangun SpaceX adalah cara baru internet sampai ke perangkat, bahkan saat sinyal darat nggak ada. Dari satelit, AI, sampai Direct to Cell, Starlink lagi nyiapin masa depan konektivitas—langsung dari langit, ke tangan.

AI Elon Musk HP Starlink Space Exploration Technologies Corporation SpaceX Starlink

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB