Surve Publik 2026 Speak Up: Merespon Positif Program MBG 72%, Penerima Manfaat Tembus 60 Juta Lebih!

Editor: AR Purba
Senin, 9 Februari 2026 | 22:44 WIB
Surve Publik 2026 Speak Up: Merespon Positif Program MBG 72%, Penerima Manfaat Tembus 60 Juta Lebih!
Setiap porsinya, program MBG 100% ditanggung oleh negara. Uang dari negara yang diberikan kepada mitra pengelola dapur pun sama sekali tidak dibebankan potongan pajak PPN/ PPH atau pajak pengadaan barang. 23/02/2026 [Kolase Foto: astakom.com/JJ]

astakom.com, Jakarta– Makan bergizi gratis (MBG), yang merupakan salah satu program strategis nasional Presiden Prabowo akhirnya menyentuh hati publik. Terasa wajar sih. Visi Progrgam berbagi makanan bergizi gratis 'ala Pemerintahan Prabowo ini pun lantas mendapat respon publik.

Bayangkan saja, sejak Republik Indonesia merdeka di usia ke-80 Tahun, hingga 8 kali Presiden sillih berganti. Baru dimasa Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto ada program yang langsung menyentuh perut puluhan juta rakyat (anak sekolah, ibu hamil dan lansia).

Penerimaan positif publik atas program tersebut tergambar lewat validasi survei Indikator baru-baru ini. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan persetujuan (penerimaan) publik agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan kepada seluruh penerima manfaat se-Indonesia.

Rilis survei nasional menyangkut program kesra Presiden Prabowo ini bertajuk Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden, Kepercayaan terhadap Lembaga Negara, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dirilis hari kemarin (08/02/2026).

Meski tingkat penerimaan terhadap MBG meningkat, hasil survei juga menunjukan tetap masih ada saja yang skeptis pada program tersebut. Ada sebagian kecil masyarakat berpandangan konstruktif (bukan kritik negatif).

Penerimaan program MBG meningkat di Tahun ke-2

Kelompok yang berpandangan konstruktif tersebut menyampaikan agar MBG sebaiknya diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan di wilayah miskin dan terpencil. Namun dukungan publik terhadap distribusi MBG untuk seluruh anak Indonesia mengalami peningkatan di Tahun 2026 ini.

“Sebelumnya, (di Tahun 2025) ada 47 persen yang mengatakan sebaiknya program ini diberikan kepada seluruh anak Indonesia. Sekarang (persepsinya) naik jadi 60 persen,” ungkap Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Utama Indikator.

72% masyarakat apresiasi positif program MBG

Hasil survei kali ini menunjukan 60,6 persen responden cukup puas. Dan 12,2 persen menyatakan sangat puas. Sehingga jika diakumulasi, tingkat kepuasan secara umum sebanyak 72,8% persen masyarakat mengaprisasi program MBG.

Sedangkan yang kurang puas atau tidak puas totalnya 24,4 persen dan yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih 4 persen saja. “Mayoritas puas ya,” imbuhnya.

Pada uraian lain dari temuan survei MBG Tahun 2026 ini, terdapat 19,8 persen responden yang menjawab MBG sebaiknya diberikan ke anak-anak yang membutuhkan saja di daerah-daerah terpencil dan miskin.

“Jadi semakin mereka menerima MBG, itu semakin mereka ingin seluruh anak di Indonesia mendapatkan manfaat yang sama. Jadi mayoritas yang menginginkan program MBG dinikmati oleh seluruh anak, artinya universal coverage”. Lanjut Burhanudi menjelaskan.

Validitas survei 95% 
Dalam paparanya, timeline survei Insdikator ini dilakukan pacda 15–21 Januari 2026 dengan metode multistage random sampling. Jumlah sampel 1.220 responden yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dan terdistribusi secara proporsional. Dengan toleransi kesalahan (margin of error/MoE) ±2,9 persen, tingkat kepercayaan survei berada di angka 95 persen.

Survei ini juga menemukan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo berdasarkan program MBG menunjukkan angka yang sangat tinggi, yakni 88,5%.

Burhanuddin menjelaskan, hasil survei ini juga menjadi sinyal psoitif atas kinerja Presiden Prabowo. Bahwa semakin tinggi kepuasan masyarakat terhadap program MBG, maka kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo juga cenderung positif.

60 juta lebih penerima dan multiplier effect ekonimnya
Disalin dari pemberitaan astakom.com sebelumnya, Program MBG kini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dengan target final 82 juta jiwa pada akhir 2026. Secara operasional, telah berdiri 22.275 Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) yang tidak hanya berfungsi sebagai dapur, tetapi juga sebagai pusat logistik lokal yang menyerap bahan pangan dari petani dan peternak di sekitarnya.

Presiden Prabowo pada pelaksanaan program MBG juga menekankan dampak multiplier effect dari program ini yang telah menciptakan 1 juta lapangan kerja baru. Dengan rata-rata 50 tenaga kerja per dapur yang digaji harian, MBG berhasil menekan angka pengangguran di tingkat desa dan memastikan perputaran uang tetap berada di komunitas lokal melalui rantai pasok pangan yang mandiri. (aSP)

Gen Z Takeaway

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo makin dapet dukungan publik karena dampaknya kerasa langsung ke anak-anak Indonesia. Survei Indikator nunjukin mayoritas masyarakat setuju MBG dikasih ke seluruh anak, bukan cuma yang di daerah tertentu. Tingkat kepuasan publik juga tinggi, karena program ini dinilai bantu gizi, kesehatan, dan masa depan generasi muda. Selain itu, MBG juga punya efek besar ke ekonomi lokal lewat penciptaan lapangan kerja dan dukungan ke petani.

Badan Gizi Nasional (BGN) Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Program Kesra Prabowo SPPG Dapur Gizi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB