Pulihkan Pendidikan di Sumbar, Kemendikdasmen Salurkan 1.476 Buku Bacaan ke Sekolah di Solok
astakom.com, Jakarta — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen menyalurkan 1.476 buku bacaan ke SDN 09 Selayo, SDN 05 Selayo, dan SMPN 1 Kubung di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan bagi sekolah yang terdampak bencana.
Langkah ini mencerminkan kepedulian serta komitmen berkelanjutan pemerintah untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung bagi anak-anak di daerah terdampak.
“Pada tahap ini, Kemendikdasmen menyalurkan buku bacaan dalam jumlah yang lebih besar, disertai voucher pendidikan yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk mendukung perbaikan sarana fisik pembelajaran,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, Jumat (6/2/2026).
“Kami ingin memastikan pemulihan pendidikan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tambah Hafidz.
Pendekatan literasi sebagai pemulihan psikologis
Hafidz juga menjelaskan bahwa pendekatan literasi mampu menciptakan suasana yang aman, menenangkan, dan menyenangkan bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana.
Aktivitas membaca dan mendengarkan cerita, kata dia, membantu anak menenangkan emosi, mengalihkan ingatan dari pengalaman traumatis, serta kembali pada rutinitas belajar yang memberi rasa stabil dan terarah.
“Anak-anak yang terdampak banjir memerlukan pendampingan agar tetap memiliki motivasi belajar dan rasa aman secara psikologis. Melalui buku dan aktivitas literasi, kami berupaya membantu mereka kembali beradaptasi dan pulih,” ujar Hafidz.
Ada juga bantuan dana pendidikan
Selain buku bacaan, pihaknya juga menyalurkan bantuan dana pendidikan untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar pascabencana, khususnya dalam pemulihan sarana pendukung pembelajaran yang terdampak.
Kepala Sekolah SDN 05 Selayo Erlinawati menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan buku ini. Buku-buku anak kami rusak dan hanyut akibat banjir, sehingga kehadiran buku bacaan ini sangat kami butuhkan untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah,” ujarnya.











