Dari Seri Presiden hingga Wayang, Komdigi Siapkan 13 Prangko Cerita Indonesia di 2026
astakom.com, Jakarta - Di tengah laju teknologi digital yang makin cepat, prangko justru kembali diposisikan sebagai medium penting untuk menyimpan cerita bangsa. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan langkah konkret dengan menerbitkan 13 seri prangko baru sepanjang 2026, dari seri Presiden, Wayang dan arsip cerita Indonesia lainya.
Seri yang diterbitkan tidak hanya memuat tema kenegaraan, tetapi juga budaya, sejarah, hingga kerja sama internasional.
Ini menunjukkan bahwa prangko tidak sekadar benda koleksi, melainkan bagian dari arsip visual Indonesia yang terus berkembang.
Melalui penerbitan ini, Komdigi menegaskan bahwa transformasi digital tidak selalu berarti meninggalkan medium lama, melainkan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem digital yang lebih luas.
Prangko diposisikan sebagai rekam jejak bangsa
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa prangko memiliki peran strategis dalam menjaga memori kolektif Indonesia. Ia menyebut prangko sebagai bagian dari upaya merawat jati diri bangsa.
“Prangko kami tempatkan sebagai bagian dari upaya merawat cerita Indonesia tentang budaya, sejarah, dan jati diri bangsa,” ujarnya di Kantor Komdigi, Senin (2/2/2026).
Menurut Meutya, keberadaan prangko juga merekam perjalanan Indonesia dari masa ke masa.
“Prangko juga merupakan rekam jejak dari perjalanan bangsa yang terus harus kita jaga bersama,” imbuhnya, dikutip dari keterangan tertulis Komdigi, Senin (2/2/2026).
13 Seri prangko disusun dalam satu narasi Indonesia
Penerbitan prangko 2026 tidak dirancang secara terpisah, melainkan sebagai satu rangkaian cerita utuh tentang Indonesia. Hal ini dituangkan dalam Katalog Prangko 2026 yang disiapkan Komdigi.
“Melalui katalog Prangko 2026, kami menghadirkan rangkaian penerbitan prangko yang mencerminkan kekayaan Indonesia, mulai dari warisan budaya dan keragaman hayati hingga peristiwa kebangsaan dan kerja sama internasional,” ungkap Meutya, dikutip dari keterangan resmi Komdigi.
Untuk mendukung hal tersebut, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi menyiapkan e-katalog Prangko 2026 yang memuat seluruh seri yang akan diterbitkan sepanjang tahun.
Dari wayang hingga Presiden dalam prangko 2026
Sebanyak 13 seri prangko yang akan diterbitkan mencakup beragam tema. Di antaranya Seri Tahun Kuda Api, Seri Wayang Pandawa Lima, Seri Buah-buahan, Seri Artefak dan Bangunan Bersejarah Kota Palembang, Seri Anak Indonesia Hebat, serta Seri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024–2029.
Selain itu, penerbitan prangko 2026 juga mencakup prangko kerja sama Indonesia–Uruguay, serta seri partisipasi Indonesia dalam pameran filateli internasional, seperti BOSTON 2026, MACAO 2026, BANDUNG 2026, dan PHILATAIPEI 2026.
Menutup pernyataannya, Meutya menegaskan bahwa prangko tetap memiliki fungsi penting di tengah perubahan zaman.
“Prangko tetap memiliki peran sebagai penghubung antargenerasi dan sebagai pengingat akan identitas bangsa,” tegasnya, dikutip dari keterangan tertulis Komdigi, Senin (2/2/2026).











