Mensos: Semua Siswa Sekolah Rakyat Berhak Sukses
astakom.com, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa silam(14/07/2026), Mensos mengingatkan bahwa setiap anak yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut memiliki potensi jenius dan bakat yang berharga.
Gus Ipul menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan untuk mengedepankan empati dan kasih sayang dalam membimbing para siswa sesuai dengan keunikan talenta masing-masing.
"Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga karena memiliki keunikannya sendiri, setiap siswa memiliki jeniusnya sendiri, dan setiap siswa memiliki talent-nya sendiri sebagai pemberian Tuhan. Mereka adalah titipan negara, maka dampingi dan didiklah dengan baik," ujar Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.
Skema Pendidikan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul memaparkan peta jalan pendidikan yang telah disiapkan. Lulusan jenjang SD dan SMP Sekolah Rakyat dipastikan dapat langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di yayasan yang sama. Sementara itu, bagi siswa yang menunjukkan prestasi akademik menonjol, pemerintah akan mengarahkan mereka untuk menempuh pendidikan di Sekolah Garuda.
Bagi lulusan jenjang SMA, Kemensos menegaskan tidak boleh ada siswa yang putus sekolah atau menganggur. Pemerintah menyediakan dua jalur alternatif matang. Pertama, jalur akademik dengan fasilitas penuh untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Kedua, jalur vokasi profesional, dengan pelatihan intensif untuk mencetak pekerja terampil, termasuk penguatan kapasitas bahasa asing bagi siswa yang berminat berkarier di luar negeri.
Kolaborasi Pemkab Sragen
Langkah strategis Kementerian Sosial ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyatakan siap mengintervensi masa depan para lulusan SMA Sekolah Rakyat, khususnya mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, agar bisa menembus birokrasi pemerintahan.
Pemkab Sragen berkomitmen menyediakan program kursus khusus gratis guna mempersiapkan para siswa menghadapi seleksi masuk sekolah ikatan kedinasan.
"Kami di Pemerintah Kabupaten Sragen sudah mendiskusikan bahwa anak-anak dari keluarga yang tidak mampu nanti akan kami fasilitasi kursus khusus untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah ikatan kedinasan. Saya yakin, suatu saat kelak akan ada menteri yang lahir dari Sekolah Rakyat ini," pungkas Bupati Sigit optimis. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Masa depan anak Sekolah Rakyat Sragen fiks dijamin cerah! Mensos Gus Ipul pas buka MPLS kemarin menegaskan kalau semua murid itu spesial dan punya bakat jeniusnya masing-masing. Makanya, guru-guru diminta ngedidik pakai hati. Kerennya lagi, pemerintah udah bikin roadmap biar lulusannya gak ada yang nganggur habis SMA. Pilihannya: kuliah, dilatih jadi pekerja terampil di luar negeri, atau ditampung Pemkab Sragen buat dikasih kursus gratis biar bisa lolos masuk Sekolah Kedinasan. Bupati Sragen bahkan optimis kalau next time bakal ada menteri yang lahir dari Sekolah Rakyat ini. Keren parah!









