Strategi Cerdas Kementerian Haji! Berhasil Ekspor 3.911 Ton Beras Lokal Buat Jemaah, Bukti Produk Nusantara Emang Paling Gacor!

Editor: AR Purba
Selasa, 3 Februari 2026 | 22:05 WIB
Strategi Cerdas Kementerian Haji!  Berhasil Ekspor 3.911 Ton Beras Lokal Buat Jemaah, Bukti Produk Nusantara Emang Paling Gacor!

astakom.com, Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan beras jamaah haji Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mendorong ekspor beras Haji Nusantara ke Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU).

Pada Selasa (3/1/ 2026), pertemuan kunjungan dan koordinasi antara PE2HU dan Perum Bulog membahas rencana ekslusif ini.

Jaenal Effendi, Direktur Jenderal PE2HU, menekankan betapa pentingnya menyediakan beras Haji Nusantara kepada jemaah haji Indonesia, karena mereka sudah terbiasa makan beras lokal.

"Jemaah haji kita tidak terbiasa dengan beras yang umum tersedia di sana. Perbedaan jenis dan kualitas dapat mengurangi asupan makanan mereka, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mereka,” ucapnya.

Misi Ekspor 3.911 Ton Beras Lokal Untuk Jemaah

Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Kementerian Perdagangan berkolaborasi untuk memastikan pasokan beras yang cukup untuk jamaah haji.

Jumlah jamaah haji dan petugas Indonesia diperkirakan mencapai 205.420 orang selama musim haji 1447 H/2026 M. Kebutuhan beras sekitar 3.911 ton diproyeksikan untuk didistribusikan ke 75 dapur umum di Makkah dan Madinah.

Tantangan Harga dan Pesaing Global

Salah satu masalah utama dalam mengekspor beras Indonesia ke Arab Saudi adalah harganya, yang tetap tidak kompetitif dibandingkan dengan negara negara pengekspor pesaing.

"Beras premium Vietnam dihargai sekitar USD 482 per metrik ton, sedangkan beras Indonesia dengan kualitas yang setara mencapai sekitar USD 850 per metrik ton, belum termasuk biaya logistik,” jelas Jaenal.

Ia menyatakan bahwa karena beras Indonesia secara khusus dikonsumsi oleh jamaah haji, dukungan dan fasilitasi pemerintah diperlukan untuk membuat harganya lebih rendah.

Kesiapan Importir Arab Saudi
4 importir beras dari Arab Saudi, SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading, telah menyatakan bersedia menerima beras Indonesia dengan syarat harga dan kualitas memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menyatakan kembali kesiapan Bulog dan mitra industrinya untuk mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah.

"Kami memastikan bahwa semua ekspor beras mematuhi persyaratan perizinan yang berlaku, memenuhi standar sertifikasi halal, dan sesuai dengan peraturan Otoritas Makanan dan Obat Saudi (SFDA), termasuk pengujian kualitas dan jaminan keamanan pangan,” tegasnya.

Salah satu bagian dari komitmen Kemenhaj untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan jamaah haji Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk lokal adalah upaya kerja sama ini.

Gen Z Takeaway 
​Kementerian Haji lagi bikin gerakan smart dengan ekspor 3.911 ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi biar jemaah kita nggak kena culture shock soal makanan. Karena lidah orang Indonesia udah terbiasa sama beras lokal, langkah ini penting banget buat jaga kesehatan mereka selama ibadah. Meski tantangannya ada di harga yang lebih mahal dibanding beras Vietnam, pemerintah dan Bulog lagi effort banget buat cari solusi dan mastiin kualitasnya tetep top-tier serta lolos standar keamanan pangan Saudi. Fix, ini langkah keren biar jemaah bisa fokus ibadah dengan perut kenyang rasa masakan rumah!

Beras Haji Nusantara Bulog Goes Global Haji 2026 Local Pride Support Petani Lokal

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB