Pariwisata Berkualitas Makin Gas, Pengamat Nilai Indonesia Sudah Balik Jadi Growth Engine Nasional
astakom.com, Jakarta — Pariwisata Indonesia kembali tancap gas. Sektor ini dinilai tidak lagi sekadar bangkit dari keterpurukan pandemi, tetapi sudah masuk fase baru sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Performa positif tersebut terlihat dari kontribusi pariwisata terhadap devisa negara, peningkatan belanja wisatawan, serta penciptaan lapangan kerja yang semakin luas di berbagai daerah.
Transformasi pariwisata nasional juga ditandai dengan perubahan pendekatan pembangunan yang kini lebih menekankan kualitas dibanding kuantitas kunjungan.
Pemerintah pun mulai mengarahkan kebijakan agar pariwisata memberi dampak ekonomi nyata, tidak hanya bagi pusat, tetapi juga masyarakat lokal dan pelaku usaha di daerah.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat rantai nilai pariwisata sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya.
Pariwisata naik level, bukan sekadar pulih
Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya, dan Pariwisata, Harry Waluyo, menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia telah memasuki fase pertumbuhan yang lebih solid.
“Pariwisata Indonesia tidak lagi sekadar pulih dari pandemi, melainkan telah kembali menjadi growth engine nasional,” ujar Harry dalam catatan analisis kebijakan.
Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata saat ini tidak bersifat sementara. “Kontribusi devisa, belanja wisatawan, dan penciptaan lapangan kerja memperlihatkan bahwa pariwisata sudah menjadi sektor strategis struktural,” tegasnya.
Arah kebijakan bergeser: dari ramai ke berkualitas
Harry juga menyoroti perubahan arah kebijakan pemerintah yang tercermin dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Regulasi ini dinilai mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan pariwisata nasional.
“Perubahan target melalui Perpres Nomor 79 Tahun 2025 mencerminkan pergeseran paradigma pemerintah dari mengejar volume kunjungan menuju kualitas wisatawan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dikenal dengan konsep “less volume, more value”, yakni strategi yang berfokus pada wisatawan dengan daya belanja tinggi, durasi tinggal lebih lama, serta dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat lokal.
Sejalan tren global dan prinsip keberlanjutan
Menurut Harry, pendekatan pariwisata berkualitas sejalan dengan tren global industri pariwisata yang kini mengedepankan pengalaman bernilai dan keberlanjutan.
Model ini diyakini mampu memperkuat rantai nilai ekonomi pariwisata, mulai dari UMKM, tenaga kerja lokal, hingga pelestarian budaya dan alam, sehingga manfaatnya lebih merata dan berjangka panjang.
Gen Z Takeaway
Pariwisata Indonesia sekarang bukan soal rame-rame doang, tapi soal impact. Fokus ke wisatawan berkualitas bikin ekonomi lokal lebih hidup, lapangan kerja makin kebuka, dan alam tetap terjaga. Intinya: lebih sedikit tapi lebih bernilai—dan itu yang bikin pariwisata Indonesia naik kelas.











