Semangat Kolaborasi: Kegiatan Sekolah Di Aceh Tamiang dan Tapanuli Berangsur Normal Berkat Gotong Royong Satgas TNI dan Warga

Editor: AR Purba
Senin, 26 Januari 2026 | 19:40 WIB
Semangat Kolaborasi: Kegiatan Sekolah Di Aceh Tamiang dan Tapanuli Berangsur Normal Berkat Gotong Royong Satgas TNI dan Warga
Para siswa di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda kembali melakukan kegiatan belajar mengajar pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1). Sekolah tersebut telah dapat digunakan setelah upaya pemulihan dan pembersihan oleh berbagi unsur termasuk pemerintah, TNI, Polri, dan relawan. (Bakom)

astakom.com, Sumatera- Memasuki 2 bulan masa rehabilitasi Pascabencana banjir yang melanda beberapa wilayah Sumut dan Aceh, Pemerintah bersama masyarakat setempat dan unsur satgas rehabilitasi dari TNI, Kemensos dan BNPB terus bahu-membahu melakukan percepatan pemulihan fasilitas sekolah di lokasi terdampak banjir.

Penampakan terkini, satgas rehabilitasi dari unsu anggota TNI bersama masyarakat setempat terus bergotong royong membersihkan sejumlah fasilitas pendidikan di 2 lokasi terdampak banjir, Aceh Tamiang dan Tapanuli Sumut.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara formal.

SD Negeri Raja

Pantauan kontributor astakom.com di lokasi SD Negeri Raja, Desa Raja, Kecamatan Bendahara Minggu (25/1), anggota TNI dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang sebelumnya menutupi halaman dan area sekolah. Dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop, lumpur yang mulai mengeras dikeruk dan dipindahkan ke luar area sekolah.

Kini, halaman sekolah yang sebelumnya tertutup endapan lumpur telah bersih dan kembali dapat dimanfaatkan para siswa untuk beraktivitas dan belajar dengan nyaman.

SMA Negeri 1 Bendahara

Sementara itu, di SMA Negeri 1 Bendahara, Desa Seuneubok, Kecamatan Bendahara, endapan lumpur padat dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter hingga satu meter sempat menutupi halaman sekolah. Anggota TNI bersama para guru dan masyarakat setempat mengeruk lumpur menggunakan cangkul dan sekop.

Selain tenaga manual, satu unit alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Lumpur kemudian diangkut menggunakan truk dan dibuang ke luar area sekolah hingga halaman kembali bersih.

TPA Nurul Iman

Kegiatan serupa juga dilakukan di TPA Nurul Iman, Desa Lubuk Batil, Kecamatan Bendahara. Masyarakat yang dibantu anggota TNI membersihkan lumpur di dalam dan sekitar lingkungan sekolah. Lumpur yang mulai mengering dikeruk dengan sekop dan dipindahkan menggunakan gerobak.

Selain itu, TNI juga membersihkan debu tebal yang menempel di sekitar lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan nyaman.

Melalui kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Aceh Tamiang kini berangsur pulih. Kita kembali dapat melihat Anak-anak bersekolah lagi dengan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan layak untuk belajar.

Sebagian sekolah di Tapanuli embali normal, 9 Sekolah progres perapihan
Tidak hanya di Aceh Tamiang, satgas rehabilitasi pascabencana banjir dari unsur TNI juga melakukan upaya pembersihan dan perapihan pada sekolah-sekolah di Tapanuli Sumatera Utara

Pantauan terkini pada Senin (26/01/2016), ada sembilan titik sekolah yang masih lanjut dibersihkan di wilayah Tapteng dan Tapsel. Yaitu SD 100723 di Desa Aek Ngadol, Madrasah Ibtidayah di Desa Hutagodang, SMA Santu Fransiskus di Desa Aek Tolang, dan SD 155680 Tukka.

Lalu, MTs Negeri Sibolga Aek Parombunan, SMP Fransiskus, SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, SDN 155678 Hutanabolon 2, dan SDN 155680 Bonalumban Lingkungan 1.

SDN 100704 Hutagodang sudah dapat digunakan usai dibersihkan oleh TNI di Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan
Murid SDN 100704 Hutagodang mulai melakukan kegiatan pertama dengan upacara bendera di Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (20/1). Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan membersihkan sekolah tersebut yang sebelumnya terdampak banjir bandang tersebut kini sudah kembali digunakan sebagai lokasi belajar mengajar. Pembersihan dilakukan oleh Satgas gabungan yang terdiri dari Koramil 0212/Tapanuli Selatan, Yonif 126/Kala Cakti, Yon Zipur I/Dhira Dharma, Yon Armed 2/Kilap Sumagan, dan Yon TP 905/Tapanuli Selatan.  [Pendam I/BB]
Di SMP Fransiskus dan SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, bagian halaman sekolah sudah bersih. Bangunan juga tampak rapi dan dan bersih.

Adapun kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak bencana sudah dimulai sejak 5 Januari 2026. Pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk siswa dan guru yang bersifat adaptif dan fleksibel.

Siswa dan guru yang sekolahnya mengalami kerusakan berat sementara melaksanakan KBM di tenda. Sementara itu, sekolah-sekolah yang rusak ringan diperbaiki dan dibersihkan secara intensif. (aSP)

Gen Z Takeaway
Banjir sempat bikin sekolah di Aceh Tamiang dan Tapanuli lumpuh, tapi berkat solidnya gotong royong TNI, warga, dan guru, semuanya pelan-pelan balik normal. Dari ngangkut lumpur pakai cangkul sampai alat berat, semua turun tangan biar anak-anak bisa sekolah lagi dengan aman dan nyaman. Intinya: kolaborasi jalan, sekolah bangkit, dan semangat belajar tetap lanjut tanpa drama. 💪📚

Aceh Tamiang Presiden Prabowo Rehabilitasi Sumatera Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah Sumatera Pulih Tapanuli

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB