Semangat Kolaborasi: Kegiatan Sekolah Di Aceh Tamiang dan Tapanuli Berangsur Normal Berkat Gotong Royong Satgas TNI dan Warga
astakom.com, Sumatera- Memasuki 2 bulan masa rehabilitasi Pascabencana banjir yang melanda beberapa wilayah Sumut dan Aceh, Pemerintah bersama masyarakat setempat dan unsur satgas rehabilitasi dari TNI, Kemensos dan BNPB terus bahu-membahu melakukan percepatan pemulihan fasilitas sekolah di lokasi terdampak banjir.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara formal.Penampakan terkini, satgas rehabilitasi dari unsu anggota TNI bersama masyarakat setempat terus bergotong royong membersihkan sejumlah fasilitas pendidikan di 2 lokasi terdampak banjir, Aceh Tamiang dan Tapanuli Sumut.
SD Negeri Raja
Pantauan kontributor astakom.com di lokasi SD Negeri Raja, Desa Raja, Kecamatan Bendahara Minggu (25/1), anggota TNI dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang sebelumnya menutupi halaman dan area sekolah. Dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop, lumpur yang mulai mengeras dikeruk dan dipindahkan ke luar area sekolah.Kini, halaman sekolah yang sebelumnya tertutup endapan lumpur telah bersih dan kembali dapat dimanfaatkan para siswa untuk beraktivitas dan belajar dengan nyaman.
SMA Negeri 1 Bendahara
Sementara itu, di SMA Negeri 1 Bendahara, Desa Seuneubok, Kecamatan Bendahara, endapan lumpur padat dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter hingga satu meter sempat menutupi halaman sekolah. Anggota TNI bersama para guru dan masyarakat setempat mengeruk lumpur menggunakan cangkul dan sekop.Selain tenaga manual, satu unit alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Lumpur kemudian diangkut menggunakan truk dan dibuang ke luar area sekolah hingga halaman kembali bersih.
TPA Nurul Iman
Kegiatan serupa juga dilakukan di TPA Nurul Iman, Desa Lubuk Batil, Kecamatan Bendahara. Masyarakat yang dibantu anggota TNI membersihkan lumpur di dalam dan sekitar lingkungan sekolah. Lumpur yang mulai mengering dikeruk dengan sekop dan dipindahkan menggunakan gerobak.Selain itu, TNI juga membersihkan debu tebal yang menempel di sekitar lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan nyaman.
Melalui kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Aceh Tamiang kini berangsur pulih. Kita kembali dapat melihat Anak-anak bersekolah lagi dengan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan layak untuk belajar.
Sebagian sekolah di Tapanuli embali normal, 9 Sekolah progres perapihan
Tidak hanya di Aceh Tamiang, satgas rehabilitasi pascabencana banjir dari unsur TNI juga melakukan upaya pembersihan dan perapihan pada sekolah-sekolah di Tapanuli Sumatera UtaraPantauan terkini pada Senin (26/01/2016), ada sembilan titik sekolah yang masih lanjut dibersihkan di wilayah Tapteng dan Tapsel. Yaitu SD 100723 di Desa Aek Ngadol, Madrasah Ibtidayah di Desa Hutagodang, SMA Santu Fransiskus di Desa Aek Tolang, dan SD 155680 Tukka.
Lalu, MTs Negeri Sibolga Aek Parombunan, SMP Fransiskus, SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, SDN 155678 Hutanabolon 2, dan SDN 155680 Bonalumban Lingkungan 1.

Adapun kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak bencana sudah dimulai sejak 5 Januari 2026. Pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk siswa dan guru yang bersifat adaptif dan fleksibel.
Siswa dan guru yang sekolahnya mengalami kerusakan berat sementara melaksanakan KBM di tenda. Sementara itu, sekolah-sekolah yang rusak ringan diperbaiki dan dibersihkan secara intensif. (aSP)











