QRIS Hype! Merchant dan User Naik, BI Laporkan Transaksi Cashless Tembus Rp460 Triliun
astakom.com, Jakarta - Penggunaan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) selama kuartal IV tahun 2025 mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia, selama kuartal tersebut tercatat total transaksi tembus sampai Rp460,99 triliun.
Nilai total transaksi ini naik sebesar 107,22% secara perhitungan tahunan (year on year) dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Hal itu dikatakan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam acara "Starting Year Forum 2026" Infobank, beberapa waktu lalu."Nilai nominal rupiahnya itu naik hingga 107%" kata Destry Damayanti di bilangan Jakarta dikutip pada Senin (26/01/2026).
Total transaksi naik 139,9%
Total nominal nilai transaksi sebanyak Rp460,99 triliun ini berasal dari jumlah transaksi yang mencapai 5,18 miliar. Angka ini menunjukkan lonjakan hingga 139,9% dalam hitungan tahunan.Deputi Gubernur BI menyampaikan bahwa tingginya nilai total transaksi tersebut sejalan dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan QRIS.
Lonjakan pengguna
Bank Indonesia mencatat jumlah merchant yang menerima QRIS sudah mencapai sekitar 42,75 juta, atau mengalami kenaikan sebanyak 19,23% yoy.Selain itu BI melaporkan bahwa total pengguna QRIS diperkirakan sudah mencapai sekitar 60 juta pengguna.
Pada tahun ini, BI memiliki target sebesar 17 miliar untuk total transaksi, juga menargetkan sekitar 45 juta QRIS merchant.
Perkuat jaringan agar pengembangan QRIS bisa maksimal
Tetapi, adanya keterbatasan jaringan infrastruktur masih menjadi suatu tantangan dalam melaksanakan pengembangan QRIS.BI secara khusus, meminta Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) untuk memperkuat dan mengembangkan pembangunan jaringan infrastruktur sinyal atau base transceiver station (BTS) di beberapa wilayah Indonesia.










