astakom.com, Jakarta — Sejumlah peserta upacara membantu mengangkat Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mendadak pingsan saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan tiga jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Politeknik AUP Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika Trenggono hendak melaksanakan prosesi serah terima jenazah dari pihak keluarga kepada negara.
Meski begitu, rangkaian upacara persemayaman tetap dilanjutkan, dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan mengambil alih tugas sebagai inspektur upacara hingga acara selesai.
Penyebabnya disebut kelelahan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono disebut kelelahan sehingga jatuh pingsan saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Minggu, 25 Januari 2026.
Wakil Menteri KKP, Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, saat ini kondisi Sakti sudah terkendali dan sudah sadar.
“Sudah sadar, ndak papa, kecapean beliau, kecapean,” kata Didit kepada wartawan, Minggu, (25/1/2026).
Dihubungi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menelepon langsung dan menanyakan kondisi Sakti Wahyu Trenggono usai pingsan.
Dalam keterangannya di akun Instagram pribadinya, Menteri KKP mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut memberikan perhatian dan mendoakannya.
“Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelepon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulis Trenggono dalam akun instagram pribadinya.
Trenggono yang terlihat tengah berada di sebuah rumah sakit itu memastikan kondisinya baik-baik saja. Hasil obervasi dokter, kata dia, menyatakan tak ada masalah, dan hanya kelelahan saja.
“Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,” ujarnya.

