Prabowo di WEF: Kami Penegak Hukum Kehutanan Paling Berani dalam Sejarah Indonesia!
astakom.com, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.
Presiden Prabowo menegaskan sejumlah penindakan hukum di bidang kehutanan selama menjabat sebagai Presiden RI. Dia menyebut, penindakan terhadap pengusaha pelanggar hukum itu menjadi yang paling berani sepanjang sejarah.
"Kami sebenarnya telah memberlakukan upaya penegakan hukum kehutanan yang paling tegas dan paling berani dalam sejarah Indonesia," tegas Prabowo, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1/2026).
Langkah konkret penegakan hukum kehutanan
Prabowo memerinci, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah berhasil menguasai kembali lebih dari 4 juta hektar kawasan hutan.
Terbaru, ia memutuskan untuk mencabut 28 korporasi yang memiliki izin atas 1,01 juta hektar luas hutan karena terbukti melanggar hukum.
"Saya mencabutnya karena kami menemukan mereka melanggar hukum. Mereka membangun perkebunan di hutan lindung. Ini adalah perusakan nyata terhadap supremasi hukum," ucap Prabowo.
Lebih lanjut Prabowo menyatakan bertekad untuk melayani rakyat dengan kejujuran. Ia bertekad untuk memenuhi sumpah yang diucap saat pelantikan, yakni membela konstitusi negara dan menegakkan hukum.
Tantang pengusaha yang rakus
Prabowo bahkan menantang para pengusaha rakus untuk coba membeli jajarannya dan diajak bekerja sama dalam pelanggaran hukum.
Ia menjamin, mereka akan mendapatkan "kejutan" besar berupa penindakan hukum.
"Saya mendapat laporan bahwa beberapa dari orang-orang ini dalam pertemuan mereka berkata, 'Oh, tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak bisa dibeli'. Saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat pemerintahan saya,” tegas Prabowo
“Mereka akan mendapati kejutan besar bagi diri mereka sendiri," tambahnya.











