Oleh-oleh Diplomasi dengan Inggris, Prabowo Jalin Kerja Sama Pendidikan hingga Penguatan Ekonomi Nelayan
astakom.com, Jakarta — Dalam kunjungan kerjanya ke Inggris, Presiden RI Prabowo Subianto menyepakati beberapa kerja sama bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer.
Keduanya membahas penguatan kerja sama Indonesia–Inggris, khususnya di bidang maritim dan pendidikan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membeberkan hasil konkret dari kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris selama dua hari.
Teddy menjelaskan rangkaian agenda presiden di Inggris telah rampung pada Rabu (21/1/2026), dengan membuahkan hasil kerja sama yang konkret.
Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan
Prabowo dan PM Starmer telah menyepakati kerja sama di bidang maritim. Kerja sama itu berupa proyek pembangunan kapal tangkap ikan bagi nelayan Indonesia.
“Kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di London, Inggris, dikutip dari rilis yang diterima redaksi astakom.com, Jumat (23/1/2026).
Teddy menjelaskan proyek pembangunan kapal ini diprediksi bisa menyerap 600.000 tenaga kerja di dalam negeri. Rinciannya, 30.000 orang awak kapal, 400.000 orang pekerja produksi, dan 170.000 orang yang akan merasakan multiplier effect (efek pengganda) dari aktivitas ini.
“Yang menarik begini, kapal ini menurut Menteri Kelautan Perikanan akan memperkerjakan sekitar 600.000 orang. Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” ujar dia.
Komitmen Inggris investasi Rp90 T
Teddy juga menambahkan Inggris berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia sebesar 4 miliar Pound Sterling atau sekitar Rp90 triliun.
“Ada komitmen investasi sebesar 4 miliar Pound Sterling, itu sekitar Rp90 triliun,” katanya.
Bangun 10 Universitas baru di RI
Tak hanya di bidang maritim, Prabowo juga melakukan kerja sama di bidang pendidikan dengan bertemu puluhan profesor dari 24 universitas ternama Inggris yang tergabung dalam Russell Group.
Teddy menyatakan, dari pertemuan itu, Presiden mengajak universitas-universitas top di Inggris bekerja sama membangun 10 universitas baru di Indonesia. Prabowo ingin lebih banyak masyarakat yang bisa berkuliah.
“Nanti beliau akan buat di Indonesia. Harapannya dengan profesor-profesor dari top university di Inggris akan bisa kerja sama,” ujar Teddy.
“Ada penambahan mahasiswa yang kuliah di sini, kemudian ada juga pembuatan kampus dari mereka di Indonesia,” tambahnya.
Kampus Inggris yang sudah ada di RI
Teddy menuturkan beberapa universitas Inggris juga sudah memiliki kampus di Indonesia, salah satunya di Singosari, Malang, Jawa Timur.
“Kita sudah punya di Singosari. Kedua, nanti pertukaran dosen. Jadi ada profesor mereka yang akan mengajar di universitas kita,” katanya.
Selain itu, melalui kerja sama dengan universitas ternama dari Russell Group, Prabowo berharap peringkat universitas-universitas di Indonesia bisa naik di tingkat global.
“Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” ucap Teddy.
Melansir astakom.com, sejumlah kesepakatan ini menegaskan komitmen kuat Indonesia dan Inggris untuk menjadikan kemitraan strategis sebagai fondasi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan, dan berkontribusi pada stabilitas serta pertumbuhan ekonomi.











