Gunung Semeru Alami Gempa Letusan dalam Rentang Waktu 6 Jam di Hari Ini

Editor: Alfian Tegar
Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:56 WIB
Gunung Semeru Alami Gempa Letusan dalam Rentang Waktu 6 Jam di Hari Ini
Gunung Semeru Alami Gempa Letusan dalam Rentang Waktu 6 Jam di Hari Ini (astakom/str-Dipta Pratomo)

astakom.com, JakartaGunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami 23 kejadian gempa letusan dalam rentang enam jam di hari ini dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan, tercatat sebanyak 23 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo berkisar 15–22 milimeter serta durasi gempa antara 95 hingga 174 detik selama periode pengamatan tersebut.

"Untuk pengamatan kegempaan tercatat 23 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan lama gempa 95-174 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian, Sabtu (17/1/2026).

Terjadi juga gempa embusan dan tektonik

Selain itu, Gunung Semeru juga tercatat mengalami 11 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-6 mm, dan lama gempa 38-99 detik serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-20 mm, S-P 16-35 detik dan lama gempa 39-78 detik.

"Secara visual, gunung api tertutup kabut 0-II hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut," tuturnya.

Status aktivitas vulkanik siaga

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Gen Z Takeaway
Semeru lagi aktif dengan puluhan gempa dalam waktu singkat dan statusnya masih Level III Siaga, jadi risikonya nyata. Warga perlu patuh pada batas zona aman, terutama di sekitar Besuk Kobokan dan radius kawah, karena potensi awan panas, lava, dan lahar masih mengintai. Fokusnya satu: keselamatan lebih penting daripada aktivitas apa pun di area rawan.

Erupsi Erupsi Gunung Semeru Erupsi Semeru Gempa Gempa Hari Ini Gunung Semeru Jawa Timur Kabupaten Lumajang Letusan Gunung Semeru Pos Petugas Pengamatan Gunung Semeru

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB