Wow Huawei Balik Ngebut! Lima Tahun Absen, Kini Salip Apple di Pasar Smartphone China
astakom.com, Techno - Huawei resmi comeback yang nggak main-main. Setelah sempat tertekan bertahun-tahun, brand teknologi asal China ini akhirnya balik jadi penguasa pasar smartphone China pada 2025, sekaligus menyalip Apple di kandangnya sendiri.
Ini jadi momen besar, karena terakhir kali Huawei ada di posisi puncak terjadi pada 2020.
Berdasarkan data terbaru dari International Data Corporation (IDC) yang dikutip Gizmochina, Huawei berhasil mengamankan pangsa pasar 16,4 persen dengan total pengiriman sekitar 46,7 juta unit ponsel sepanjang 2025. Angka ini tipis tapi krusial, karena Apple berada tepat di bawahnya dengan 16,2 persen. Selisih kecil, tapi cukup buat Huawei naik takhta.
Dari tertekan sanksi, kini balik pegang kendali
Kemenangan ini terasa makin spesial karena datang setelah periode sulit yang panjang. Selama beberapa tahun terakhir, Huawei berada di bawah bayang-bayang sanksi Amerika Serikat yang membatasi akses perusahaan terhadap teknologi penting, terutama komponen chipset.
Dampaknya jelas yaitu penjualan sempat turun, posisi pasar melemah, dan dominasi di dalam negeri tergeser. Namun 2025 jadi titik balik, sekaligus sinyal bahwa Huawei mulai keluar dari tekanan dan kembali mengendalikan permainannya sendiri.
Chip lokal jadi senjata utama kebangkitan
IDC mencatat, peningkatan produksi chip dalam negeri berperan besar dalam kebangkitan Huawei. Dengan pasokan komponen yang lebih stabil, perusahaan mampu meningkatkan volume produksi sekaligus mempercepat distribusi perangkat ke berbagai wilayah di China.
Langkah ini membuat Huawei tak lagi terlalu bergantung pada pasokan luar negeri. Efeknya langsung terasa: ketersediaan produk lebih terjaga, peluncuran lebih konsisten, dan penjualan ikut terdongkrak signifikan.
Peta pasar smartphone china mulai bergeser
Kembalinya Huawei ke posisi puncak juga menandai pergeseran penting di pasar smartphone terbesar di dunia. Konsumen China kini semakin memberi ruang bagi merek lokal, terutama yang mampu menghadirkan teknologi hasil pengembangan sendiri di tengah dinamika global yang kompleks.
Di saat yang sama, Apple menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan posisinya di pasar yang semakin kompetitif dan sensitif terhadap isu kemandirian teknologi.













