Terobosan Peneliti KAIST Pangkas Biaya Baterai Solid-State, Teknologi Lebih Murah Ini Bisa Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
astakom.com, Techno - Kabar baik datang dari dunia baterai masa depan. Peneliti Korea Selatan dari KAIST berhasil menemukan pendekatan material baru yang berpotensi memangkas biaya baterai solid-state, teknologi yang selama ini dianggap canggih tapi terlalu mahal untuk diproduksi massal.
Temuan ini membuka peluang besar bagi industri kendaraan listrik, karena baterai solid-state dikenal lebih aman, lebih tahan lama, dan punya performa lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional.
Terobosan material, murah tapi lebih ngebut
Dalam riset terbarunya, tim KAIST mengembangkan elektrolit berbasis zirconium halida yang lebih murah dengan menambahkan anion oksida dan sulfida divalen.
Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan pergerakan ion hingga empat kali lebih efisien dibanding material berbasis logam mahal yang biasa dipakai.
Pendekatan ini bukan cuma soal efisiensi biaya, tapi juga performa. Artinya, baterai solid-state tak lagi harus memilih antara murah atau kencang—keduanya bisa didapat sekaligus.
Siap masuk industri, bukan cuma riset lab
Berbeda dari banyak riset baterai yang masih berhenti di laboratorium, KAIST menyebut teknologi ini sudah siap diterapkan ke industri. Ini jadi poin krusial karena selama ini solid-state battery sering dianggap “keren di teori, susah di pabrik”.
"The team's discovery presented design principles that can simultaneously improve the cost and performance problems of solid-state batteries using inexpensive raw materials," said KAIST professor Seo Dong-hwa.
“Penemuan tim ini menghadirkan prinsip desain yang secara bersamaan mampu meningkatkan efisiensi biaya dan performa baterai solid-state dengan memanfaatkan bahan baku yang murah,” kata Profesor KAIST Seo Dong-hwa.
Jika benar-benar diadopsi secara luas, pendekatan ini bisa mempercepat transisi baterai solid-state dari teknologi mahal menjadi solusi yang lebih terjangkau.
Toyota mulai melangkah, tapi masih main aman
Dari sisi industri, Toyota sudah mengonfirmasi rencana peluncuran terbatas kendaraan dengan baterai solid-state mulai 2027 melalui merek Lexus. Namun, Toyota juga menegaskan bahwa tahap awal masih menyasar segmen premium.
Produsen otomotif asal Jepang itu mengakui tantangan manufaktur baterai solid-state masih besar, sehingga harga kendaraan di fase awal akan lebih tinggi dibanding EV berbasis baterai konvensional.













