Teknologi ITB Bikin Air Sungai Keruh Jadi Jernih, IPA Mobile Gas Bantu Aceh
astakom.com, Jakarta - Teknologi kampus kembali unjuk gigi. Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile, alat portabel yang mampu mengolah air sungai keruh menjadi air bersih hingga 7.000 liter per jam untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang.
Hingga satu bulan pascabencana, akses air bersih masih jadi masalah utama karena kondisi sungai yang belum pulih.
IPA Mobile pun hadir sebagai solusi cepat berbasis teknologi yang bisa langsung dioperasikan di lapangan tanpa perlu infrastruktur rumit.
Cara Kerja: Air keruh masuk, air bersih keluar
IPA Mobile menyedot air langsung dari Sungai Tamiang, lalu memprosesnya lewat sistem filtrasi berlapis.
Lumpur dan partikel kotor dipisahkan secara bertahap melalui jalur penyaringan yang tersusun seperti labirin, sampai akhirnya air keluar dalam kondisi lebih jernih dan layak digunakan.
Teknologi ini dirancang untuk bisa mengolah berbagai sumber air baku, mulai dari sungai, danau, situ, hingga embung, sesuai standar kualitas air nasional.
Portabel, siap tempur di kondisi darurat
Sesuai namanya, IPA Mobile bersifat portabel dan fleksibel. Perangkat ini mudah dipindahkan, cepat dipasang, dan bisa langsung digunakan di wilayah bencana maupun daerah terpencil yang minim akses air bersih.
Dengan kapasitas produksi 2 liter per detik atau sekitar 7.000 liter per jam, satu unit IPA Mobile mampu memenuhi kebutuhan air minum dan MCK sekitar 800 orang dalam kondisi normal.
Saat situasi darurat, kapasitas layanan dapat ditingkatkan hingga 1.200–1.600 orang.
Inovasi kolaboratif, sudah berpaten
Pengembangan IPA Mobile merupakan hasil kolaborasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD ITB), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL ITB), Ikatan Alumni ITB (IA ITB), Rumah Amal Salman, Yayasan Pembina Masjid Salman ITB, serta Yayasan LAPI ITB.
Dan yang ga kalah keren-nya dari royek ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Bagus Budiwantoro, Guru Besar FTMD ITB dari Kelompok Keahlian Perancangan Teknik dan Produksi, bersama Prof. Ir. Edwan Kardena, Ph.D, Guru Besar Teknik Lingkungan FTSL ITB.
Teknologi IPA Mobile juga telah mengantongi paten nasional dan internasional, menandakan kesiapan dan pengakuannya secara global.
Prof. Bagus menegaskan bahwa IPA Mobile memang dikembangkan untuk menjawab persoalan krusial di wilayah krisis air.
“IPA Mobile dirancang untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan layanan air bersih. Sistem ini memanfaatkan berbagai sumber air baku, seperti sungai, danau, situ, maupun embung,” ujarnya.













