Indeks Literasi-Numerasi Siswa Rendah, Pakar Soroti Komponen dan Sistem Pendidikan di Indonesia

Editor: Alfian Tegar
Kamis, 1 Januari 2026 | 13:44 WIB
Indeks Literasi-Numerasi Siswa Rendah, Pakar Soroti Komponen dan Sistem Pendidikan di Indonesia

astakom.com, Jakarta — Permasalahan mengenai rendahnya indeks literasi dan numerasi siswa Indonesia terus menjadi perbincangan.

Melansir berita yang telah dimuat astakom.com, sebelumnya pengamat pendidikan menyebut pemerintah harus berani melakukan penelitian secara komprehensif mengenai permasalahan ini.

Salah satu pengamat pendidikan, Saprudin Padlil Syah, mengatakan terdapat kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan rendahnya indeks literasi dan numerasi siswa di Indonesia.

“Karena komponen pendidikan ada banyak ada siswa dan guru yang menjadi komponen inti. Lalu komponen penunjang ada lembaga, kurikulum, orang tua siswa, lingkungan, fasilitas, itu semua mempunyai pengaruh dalam keberhasilan sistem pendidikan,” ujar Saprudin dalam wawancara eksklusif dengan wartawan astakom.com, dua hari yang lalu (30/12/2025).

Saprudin juga menegaskan lembaga sekolah tak kalah penting memiliki pengaruh yang signifikan bagi pendidikan, khususnya kemampuan dan kompetensi siswa.

Sistem pendidikan yang berbasis kompetensi

Saprudin juga mengatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia yang baik adalah sistem pendidikan yang bersasis kompetensi. Ia mengatakan harus ada keselarasan antara kurikulum dan sistem belajar mengajar di sekolah.

“Para ahli sudah meramu dan memberikan kriteria kompetensi yang harus dimiliki siswa sesuai dengan umurnya, kurikulum yang ada sudah baik, tinggal di lapangan bagaimana menyesuaikan kurikulum dengan materi yang diberikan,” ujar Saprudin.

“Jangan sampai lembaga tidak menggunakan kurikulum tsb, artinya tidak sesuai dengan kriteria kompetensi tadi,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi sistem pendidikan Indonesia

Selain itu, Saprudin sebagai pakar pendidikan menyampaikan yang menjadi tantangan utama dalam sistem pendidikan di Indonesia ialah pola pikir.

Menurutnya, pola pikir seluruh komponen pendidikan di Indonesia haruslah diperhatikan dan seragam sesuai dengan tujuan mulia pendidikan di Indonesia.

“Harusnya pola pikirnya tujuan pendidikan adalah bagaimana setiap tingkatan anak mendapat potensi yang seharusnya ia dapatkan,” tuturnya.

Gen Z Takeaway
Rendahnya literasi dan numerasi siswa Indonesia perlu dilihat secara menyeluruh. Pengamat pendidikan Saprudin Padlil Syah menilai banyak faktor saling terkait, dari guru, sekolah, kurikulum, hingga lingkungan. Ia menekankan sistem pendidikan berbasis kompetensi harus dijalankan konsisten, dengan tantangan utama ada pada penyamaan pola pikir bahwa pendidikan bertujuan mengoptimalkan potensi setiap anak.

Guru Kurikulum Pendidikan Literasi dan Numerasi Matematika Nilai Literasi Siswa Nilai Numerasi Siswa Saprudin Padlil Syah Sistem Pendidikan Tes Kemampuan Akademik TKA

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB