Sistem Air sudah Beroperasi, Warga Aceh Tamiang Bisa Tahun Baruan dengan Air Bersih
astakom.com, Jakarta — Kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang telah kembali pulih sepenuhnya. Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah bencana yang terparah dan terdapat banyak infrastruktur vital yang lumpuh.
Dilaporkan berdasarkan data terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Rantau sudah kembali beroperasi normal untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Langkah normalisasi ini dilakukan secara intensif oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir.
Detail perbaikan pemenuhan kebutuhan air masyarakat
Adapun pekerjaan teknis yang dilakukan mencakup perbaikan menyeluruh pada instalasi pengolahan air, optimalisasi jaringan pemipaan, serta pemulihan komponen mekanikal dan elektrikal yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan dan tidak berfungsi.
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 40 liter per detik. Dengan daya jangkau tersebut, fasilitas ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sedikitnya 40.000 jiwa di Kecamatan Rantau dan sekitarnya.
Kehadiran pasokan air yang stabil ini menjadi solusi krusial dalam mengatasi krisis sanitasi yang melanda warga dalam beberapa pekan terakhir.
Sebanyak 48 sumur bor telah dikebut pengerjaannya
Pemerintah mempercepat penyediaan air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sebagai langkah krusial pemulihan pascabencana banjir bandang akhir bulan lalu.
Sebanyak 48 sumur bor, baik jenis dangkal maupun dalam, kini tengah dikebut pengerjaannya demi menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan. Di Kantor Kecamatan Kuala Simpang, pengeboran telah mencapai kedalaman 30 meter. Sementara itu, di Kecamatan Manyak Payed, konstruksi sumur telah rampung dan siap digunakan warga.
“Kita laporkan hari ini proses pelaksanaan kegiatan sumur bor kita hari ini sudah di fase selesai konstruksi. Di belakang kita tampak proses pencernaan untuk pembersihan sumur. Hari ini kita upayakan proses ini selesai agar bisa dilanjutkan dengan proses pemasangan pompa,” kata salah satu petugas lapangan di Kecamatan Manyak Payed, berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, Selasa (30/12/2025).
Ungkapan rasa senang masyarakat
Nur Marlina, seorang warga di Kecamatan Rantau, mengungkapkan rasa syukurnya atas kembali mengalirnya air ke rumah-rumah penduduk. Ia mengakui bahwa selama masa sulit pasca-banjir, warga harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sedikit air bersih.
"Mudah-mudahan berjalan terus. Karena kami kesulitan air di sini. Selama ini seminggu sekali baru dapat air, kadang pun berebutan. Dengan adanya air bersih ini bisa untuk minum, untuk mandi," ujar Nur Marlina dengan nada lega.
Senada dengan warga, perwakilan Tim Dapur Umum di Kecamatan Rantau juga menyambut baik normalisasi fasilitas SPAM ini.
"Kami sangat berharap agar tiap hari aliran air tidak akan terputus, karena kebutuhannya sangat mendesak mulai dari memasak, mandi, untuk MCK, semuanya," tegas salah satu personil Tim Dapur Umum.
Sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo
Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar infrastruktur fisik seperti jalan, tetapi juga wajib menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat.
Program ini tidak hanya menyasar Aceh Tamiang, tetapi juga mencakup wilayah terdampak lainnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui percepatan ini, pemerintah berkomitmen menjamin kehadiran negara dalam melindungi kesehatan dan mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.











