Tak hanya Sumatera, Pemerintah juga Fokuskan Banjir Kalsel: 1.615 KK Terdampak, 1 Korban Jiwa
astakom.com, Jakarta — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan bencana Sumatera saja.
Prasetyo mengatakan pemerintah juga aktif memantau berbagai kejadian bencana dan insiden darurat di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Kami juga pemerintah terus memonitor terjadinya bencana-bencana di tempat lain,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana jelang akhir tahun yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Pemerintah juga memfokuskan banjir Kalsel
Presetyo menyebut salah satu bencana yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah banjir bandang yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Bencana tersebut berdampak signifikan terhadap permukiman warga, khususnya di kabupaten Balangan.
“Beberapa hari yang lalu juga ada bencana di Kalimantan Selatan yang juga cukup besar di beberapa desa terdampak,” ujar Prasetyo.
Pemerintah pun langsung menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pemantauan dan memastikan kesiapan penanganan di lapangan.
“Kami sudah minta BNPB untuk juga melakukan monitoring dan tentu saja kalau memerlukan penanganan-penanganan darurat dan khusus untuk juga ditangani secepat-cepatnya,” ucapnya.
Banjir Kalsel mamakan satu korban jiwa
Melansir dari astakom.com, Polres Balangan jajaran Polda Kalimantan Selatan melaporkan data sementara sebanyak 1.466 rumah dan 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat menjelaskan bahwa musibah banjir kali ini mengakibatkan satu korban jiwa, yakni seorang warga bernama Marto (60) asal Kampung Begog, Desa Citasuk.
"Petugas kami telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga dan terus memantau pergerakan debit air sungai," ujar Ajat.Selain rumah tinggal, banjir juga merendam fasilitas umum, salah satunya Madrasah Diniyah Mathla'ul Anwar.
Hingga pagi tadi (29/12/2025), tinggi muka air (TMA) di lokasi terdampak dilaporkan mulai menunjukkan tren menurun dan berada di kisaran 20 hingga 60 sentimeter.











