Warga Full Senyum! Sempat Overpriced Sampai Rp35 Ribu, Kini Harga Elpiji di Aceh Make Sense Lagi!
Reporter: Shintya
Astakom.com, Aceh – Salah satu kelangkaan yang suka mendadak terjadi saat bencna melanda sebuah kawasan adalah minimnya suplai kebutuhan bahan pokok. Elpiji 3 Kg yang selama ini komponen harganya di suplai pemerintah, sempat mengalami problem peredaran di beberpa wilayah terdampak banjir Sumatera
Harga elpiji di Aceh sempat membuat kondisi chaos, pasalnya masyarakat harus membayar dengan harga yang overpriced yakni Rp35 ribu, yang mana harga normalnya RP22 ribu. Pasca heboh soal harga elpigi yang gak make sense, Pertamina gercep sidak ke daerah Aceh, guna membuat harga elpiji back on track.
Pertamina menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di Kantor Camat Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Tujuannya untuk mengkontrol harga agar masyarakat bisa membeli elpiji dengan harga normal. Diketahui, lonjakan harga ini disebabkan oleh stok atau pasokan terbatas.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Ani, warga Blang Bintang, Ia mengaku bersyukur akhirnya bisa mendapatkan gas elpiji dengan harga normal melalui operasi pasar tersebut. Sehari sebelumnya, Ia sempat mengantre di pangkalan, namun tidak kebagian karena stok terbatas.Hal ini, disambut positif oleh warga. Mereka merasa excited mengetahui harga elpiji kembali normal usai operasi pasar itu dilakukan pihak pemasok utama atau Pertamina.
Harga kembali on track
“Alhamdulillah, kami sudah dipermudah sama Pak Camat. Dikasih nomor antrean, alhamdulillah kami dapat. Lebih teratur di sini. Kemarin itu hampir tiga jam antre, tapi enggak dapat,” kata Ani di lokasi, dikutip pada, Kamis (18/12/2025).Ani mengaku mengantre gas elpiji bersama ibu-ibu lain yang demi mendapatkan harga murah yakni Rp18 ribu per tabung.
Melihat situasi seperti ini, ia berharap pasokan elpiji ke depannya bisa lebih lancar, terutama menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.
Beharap kedepannya harga stabil
“Jangan masyarakat susah. Maunya dapat satu-satu, dapat semua. Kalau bisa jangan sendat-sendat, karena kasihan juga rakyat di bawah,” harapnya.Ani tak henti-hentinya mengucap syukur karena bisa memperoleh gas elpiji 3 kilogram dengan harga normal seperti di pangkalan resmi.
Pasalnya, selama ini ia dan warga lainnya terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang gak make sense yakni Rp22 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.
“Biasanya kami dapat Rp35 ribu. Tapi di sini normal, alhamdulillah Rp18 ribu. Kami minta ada lagi (operasi pasar), supaya semua kebagian dan adil. Senang sama-sama senang,” ungkapnya.
Upaya pemerintah stabilkan harga
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan operasi pasar ini digelar untuk mencukupi pasokan energi bagi masyarakat pascabencana di Aceh.Pemerintah daerah bekerja sama dengan Pertamina setelah menerima laporan adanya lonjakan harga elpiji yang cukup tinggi.
“Operasi hari ini kita lakukan bersama kawan-kawan Pertamina untuk mereduksi persoalan-persoalan tersebut. Kita pastikan harga di sini tetap sesuai dengan ketentuan,” kata Afdhal.
Operasi pasar ini bertujuan membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan pascabencana agar tetap dapat memenuhi kebutuhan gas rumah tangga dengan harga terjangkau.
“Biar lebih terjangkau dan ini bisa menekan inflasi-inflasi yang ada di kota Bandar Aceh,” pungkasnya. (Shnty/aSP)










