astakom.com- Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan apresiasi mendalamnya kepada seluruh jajaran yang bekerja di lapangan dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal itu ia sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), di mana Prabowo berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada para menteri, aparat, relawan, hingga jajaran teknis yang telah bertindak cepat di lapangan.
Prabowo menyoroti kesederhanaan cara pandang rakyat yang sering mengaitkan kehadiran pemerintah pusat dengan sosok presiden. Ia menyebut hal itu wajar, sekaligus menjadi konsekuensi seorang pemimpin.
“Saya juga akan sampaikan langsung ya rakyat kita sederhana kalau pemerintah pusat sudah hadir atau elemen dari pempus hadir pasti mereka taunya ini bapak prabowo bapak presiden saya kira ya itu wajar itu rakyat berpikir seperti itu sebaliknya kalau ngga ada yang beres ya bapak presiden juga yang bertanggung jawab ya itu resiko seorang pemimpin terimakasih,” ungkapnya dikutip astakmo.com, Selasa (16/12/2025)
Respect! Rasa Terimkasih Rakyat tidak hanya untuk Presiden
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa rasa terima kasih rakyat sejatinya bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk seluruh tim pemerintah pusat dan daerah yang bekerja keras di lapangan.
“Jadi saya bersyukur punya saudara yang bekerja keras sehingga rakyat berterimakasihnya kepada saya tapi saya anggap terimakasihnya ke saya kepada kita semua tim kita pemda pemerintah pusat kecuali ya disana sini ada bupati2 ada 1 orang ya menurut saya kurang loyal kepada rakyatlah di saat kritis ninggalin tempat dengan segala alasannya ya,” paparnya.
Apresiasi Presiden Prabowo untuk jajaranya!
Prabowo kembali menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah bekerja tanpa henti, mulai dari menteri, kepala badan, hingga jajaran BUMN dan tenaga kesehatan.
“Tapi yg lain saya lihat tegar, tabah. Jadi saya ingin ucapkan terimakasih kepada semua petugas di lapangan dari yang tertinggi para menteri wakil kepala badan saya lihat di lapangan saya lihat dirut2 perusahaan2 yg penting ada di lapangan dirut pertamina dirut pln PU ada kerja keras kesehatan hampir semua K/L hadir disitu,” jelasnya.
Prabowo juga mengingatkan agar tidak ada pejabat yang datang ke lokasi bencana hanya untuk pencitraan.
“Sebaliknya juga saya mohon jangan pejabat2 tokoh2 datang ke daerah bencana hanya untuk foto2 dan untuk dianggap hadir ya mohon sebaliknya kita tidak mau ada budaya wisata bencana jangan,” tegasnya.
Fokus kerja, jangan cari kambing hitam!
Ia menyesalkan adanya pihak-pihak yang mencoba mencari kambing hitam di tengah masa krisis, padahal semua jajaran sedang bekerja keras mengatasi situasi.
“Dan saya terimakasih dalam keadaan yang sulit ada kecenderungan manusia dan juga bangsa kita saya lihat sebagian elit2 kita mau cari kambing hitam mau cari kesalahan ini bukan waktunya kita cari kesalahan ini utk kita bekerja keras bahu membahu mengatasi masalah di lapangan saya sudah sangat terimakasih kita bekerja sebagai satu tim di awal2,” ucapnya.
Prabowo menilai para jajaran kementerian dan lembaga telah bergerak cepat tanpa harus menunggu instruksi berbelit.
“Saya merasa saudara2 bertindak dengan benar dengan cepat saya tidak perlu kasih pengarahan detail saudara sudah bergerak saya denger di eselon pelaksana bahwa bencana itu perintah operasi jadi tidak usah nunggu terlalu banyak petunjuk tidak perlu tunggu radiogram dan ini saya lihat sudah dilaksanakan oleh semua lembaga saya terimakasih kepada saudara2 dari semua pihak saya minta waspada ke depan,” terangnya.
Apresiasi Presiden Prabowo untuk TNI- Polri
Ia juga memuji kinerja para penerbang TNI–Polri yang terbang setiap hari di tengah kondisi cuaca ekstrem untuk menjangkau wilayah terisolasi.
“Jadi penerbang2 kita terbang tiap hari ini adalah suatu hal yg perlu kita banggakan saya terus terang saja sbg presiden ri saya bangga aparat2 kita di setiap tingkatan berada di tengah rakyat ya jadi semua mengarahkan tanpa terlalu banyak minta perintah dari saya berinisiatif saya terimakasih para panglima tni polri kepala staf semua yang hadir dan mengambil tindakan atas inisiatif sendiri,” ungkapnya.
Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia mampu menangani bencana ini tanpa harus menunggu status luar biasa seperti “bencana nasional”.
“Sehingga, saya detail pun banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan saya bilang terima kasih kami mampu indonesia mampu mengatasi ini. Adaaa yang teriak2 ini ingin dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan 3 provinsi dari 38 provinsi jadi situasi terkendali saya monitor terus ya,” ucapnya.
Re-alokasi anggaran pemulihan wilayah terdampak bencana
Ia kemudian menyinggung soal efisiensi anggaran yang selama ini dilakukan pemerintah, yang menurutnya justru menjadikan negara mampu menghadapi kondisi darurat.
“Baru ada di dunia ini ada demonstrasi menentang efisiensi padahal efisiensi itu ada di pasal 33 UUD 45 ayat 4 justru karena kita laksanakan efisiensi kita kurangi semua kebocoran kita punya uang sekarang di minggu2 terakhir kita punya uang coba perekonomian nasional dilaksanakan berdasarkan efisiensi berkeadilan,” jelasnya.
“Tapi ada yang menggerakkan menentang efisiensi. Dengan efisiensi kita punya kemampuan, kita punya kekuatan sekarang. Jadi, saudara-saudara, kita sudah siap. Terima kasih. Kita sudah siapkan,” pungkasnya. (Usm/ aSP)
Gen Z Takeaway
Sidang Kabinet Paripurna berubah jadi momen appreciation day ketika Presiden Prabowo berkali-kali menyampaikan terima kasih untuk semua tim yang bekerja di lapangan menangani bencana. Ia menegaskan bahwa apresiasi rakyat seharusnya bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk seluruh menteri, aparat TNI–Polri, BUMN, tenaga kesehatan, dan relawan yang bergerak cepat tanpa menunggu perintah panjang.
Ia menutup pesannya dengan penegasan bahwa efisiensi anggaran membuat negara kuat, siap, dan mampu bertindak cepat: “Dengan efisiensi kita punya kekuatan sekarang… terima kasih.”

