Tegur Kementerian dan Lembaga Soal Uang Nganggur, Purbaya Ancam Potong Anggaran
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan, (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam kementerian dan lembaga untuk segera merelokasi serapan belanja tahun ini. Terlebih lagi ini sudah memasuki bulan terakhir di tahun ini.
Dengan serius, Purbaya mengancam jika dana tidak dimaksimalkan untuk kepentingan lembaga atau kementerian terkait, Ia akan memangkas anggarannya tahun depan.
"Belanja pemerintah pusat kita dorong supaya jalan lebih cepat. Saya ancam kalau nggak habis, tahun depan saya potong anggarannya," tegas Purbaya dalam keterangannya, di Jakarta Selatan, dikutip Jumat (12/12/2025).
Didukung Komisi XI DPR RI
Menurutnya, keputusan ini diambil berdasarkan dukungan yang diterima Purbaya dari Komisi XI DPR RI. Setiap uang yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dari utang seharusnya bisa mendongkrak perekonomian negara secara maksimalKata Purbaya, APBN yang sebagiannya juga dibiayai oleh utang harus secara optimal diserap. Jika tidak, ini akan jadi kerugian sebab biaya utang tidaklah murah.
"Kalau saya sudah utang terus nggak dipakai, saya dosa. Saya utang untuk uang yang nggak dipakai," kata Purbaya.
Negara rugi jika hutang gak dipake
Karena pemerintah sudah berutang, maka bunga yang dibayarkan mahal."Bayar bunganya juga bisa mahal tuh utang. Lebih jelek lagi, dorongan keekonomian menjadi tidak maksimal," tegas Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya mengupayakan bahwa kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dilanjutkan pada tahun 2026.
Caranya beda dari Sri Mulyani
Menariknya, pendekatan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Purbaya berbeda dengan cara yang ditempuh oleh Menkeu pendahulunya, yakni Sri Mulyani Indrawati.Purbaya menegaskan efisiensi kali ini tidak dilakukan dengan pemblokiran atau pemotongan anggaran. Ia menekankan bahwa efisiensi yang dimaksud adalah memastikan setiap rupiah dibelanjakan sesuai dengan peruntukan dan tepat waktu.
“Jadi efisiensinya adalah yang ada dipastikan dibelanjakan sesuai dengan peruntukannya, tepat waktu dan nggak dikorup,” tegas Purbaya dalam konferensi pers, dikutip dari Astakom.com, Jumat (12/12/2025).










