Perkuat Program Pemerintah Swasembada Energi, Pertagas Kebut 2 Proyek Besar
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, berupaya andil dalam agenda pemerintah yakni swasembada energi.
Direktur Utama Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, menjelaskan bahwa lewat program ini, Pertagas ikut turun tangan untuk memperkuat fondasi energi nasional. Sesuai dengan agenda strategis pemerintah.Kontribusi yang dilakukan Pertagas yakni mengerjakan dua proyek penting. Diantaranya, Revitalisasi Fasilitas LNG Arun di Aceh dan Proyek Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang yang menghubungkan Jawa Barat hingga Jakarta Utara.
"Dua proyek ini adalah wujud nyata komitmen Pertagas dalam memperkuat kemandirian energi nasional," kata Indra kepada media, dikutip pada Kamis, (11/12/2025).
Menurutnya, apa yang dilakukan Pertagas ini semata-mata agar Indonesia memiliki distribusi energi yang maksimal.
"Dengan membangun infrastruktur gas dan energi yang lebih modern, serta berkelanjutan kami memastikan Indonesia memiliki infrastruktur distribusi energi yang tangguh," ungkap Indra.
Progress yang maksimal
Revitalisasi Fasilitas LNG Arun yang dijalankan anak usaha Pertagas, PT Perta Arun Gas (PAG), menunjukkan progres yang sangat positif.Proses pembangunan, tangki F-6004 dimulai pada akhir 2023. Aset vital itu diperkirakan beres dalam waktu dekat. Sehingga harapannya, fasilitas tersebut dapat beroperasi tahun depan.
Tangki yang mampu menampung hingga 127.000 m³ itu merupakan pondasi utama untuk menjadika Arun sebagai hub LNG Asia. Lokasi yang strategis, menjadi nilai plusuntuk memperkuat ketahanan energi nasional lewat optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. Terlebih lagi, letaknya berada di jalur perdagangan internasional.
Selain menjadi perpanjangan pemerintah dalam swasembada energi, lewat pengembangan infrastruktur beyond pipeline, Pertagas juga menjadikan ini sebagai modal penting untuk memberikan pelayanan terbaik di pasar global.
"Memperkuat integrasi infrastruktur sebagai modal untuk melayani seluruh sektor pelanggan dan LNG Trading Internasional," tutur Indra.
Proyek pipanisasi Cikampek - Plumpang
Proyek yang sedang dikebut Petragas satu lagi yakni Pipanisasi BBM Cikampek-Plumpang untuk Pertamina Patra Niaga.Proyek ini memakai skema Build, Maintenance & Transfer (BMT) yang didesain untuk memperkuat aliran suplai BBM dari Terminal BBM Cikampek menuju Terminal BBM Plumpang. Yang mana titik ini menjadi jantung distribusi energi Jabodetabek.
Pipa yang dibangun sepanjang 96 kilometer ini, sampai November 2025 tercatat progres konstruksinya sudah mencapai 32,42% dari target pembangunan.
Upaya menekan emisi karbon
Dalam keterangannya, Indra menyampaikan bahwa proyek ini diharapkan selesai pada 2027. Sehingga nantinya pipa ini mampu berperan penting dalam menjaga keandalan suplai BBM, mengurangi risiko distribusi, hingga menekan biaya dan emisi karbon dari transportasi energi.Indra menekankan bahwa integrasi infrastruktur yang terus dibangun Pertagas Group merupakan modal strategis untuk melayani berbagai sektor pelanggan. Kemudian paling penting adalah untuk membawa Indonesia semakin dekat pada tujuan besar swasembada energi. (Shnty/ aSP)










