Akhir 2025 The Fed AS Pangkas Suku bunga lagi, Tingginya jobless Kalangan Gen Z! dan Dampaknya bagi Financial Market?

Editor: AR Purba
Kamis, 11 Desember 2025 | 18:33 WIB
Akhir 2025 The Fed AS Pangkas Suku bunga lagi, Tingginya jobless Kalangan Gen Z! dan Dampaknya bagi Financial Market?
Akhir 2025 The Fed AS kembali Pangkas Suku bunga, Akibat Tingginya Jobless di Kalangan Gen Z! dan Dampaknya bagi Financial Market Indonesia? (astakom/The Fed)

Reporter: Shintya 

Astakom.com, Jakarta - Bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) resmi menurunkan suku bunga 25 bps (0,25%) ke angka 3,50–3,75%. Angka ini diketahui menjadi angka terendah dalam tiga tahun belakangan.

Hari ini, Kamis dini hari waktu Indonesia (11/12/2025) jadi penurunan suku bunga ketiga sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga pada September dan Oktober tahun ini.

Artinya berurutan nyari 4 bulan dipenghujung Tahun 2025 ini Bank sentral The Feed sangat agresif memangkas suku bunganya. Dan dalam hitungan konvensional pemotongan suku bunga ini semakin rendah 3 kali.

Indikator utama penurunan suku bunga BI-nya Amerika disinyalir lantaran pasar tenaga kerja AS melemah. Tingginya PHK, pengetatan efisiensi negara yang belum berakhir disertai lowongan kerja semakin sedikit. Akibatnya pengangguran naik, terutama di kalangan anak muda dan usia minoritas.

Tuai reaksi beragam

Meskipun mendapat reaksi beragam, terutama dari kalangan pengusaha AS atau penggiat bisnis. Termasuk Presiden AS Donald Trump lantaran nilainya terlalu sedikit, keputusan ini tetap diambil oleh ketua The Fed yakni Jerome Powell.

Setelah dipikirkan secara matang, langkah ini dilakukan dengan hati hati, sebagai respon atas kondisi ekonomi AS saat ini.

Jadi, besaran penurunan suku bunga ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia, terutama di Amerika. Sehingga perubahan suku bunga tidak bisa lebih besar dari 25 bps. Melihat situasi saat ini, yakni inflasi yang relatif tinggi.

Ini pengaruhnya bagi ekonomi global

Pemotongan suku bunga ini, hampir selalu diikuti dengan melemahnya dolar. Sehingga investor global cenderung melirik negara berkembang untuk menginvestasikan uangnya.

Saat terjadinya investasi di negara berkembang, pasar saham di negara berkembang atau Emerging Markets (EM) biasanya naik juga. Atau resiko rally (lonjakan nilai saham) meningkat.

Selanjutnya, imbas dari pemangkasan suku bunga ini, pihak investor tidak terlalu terobsesi untuk menyimpan uangnya di Amerika.

Pengaruh bagi Indonesia

Keputusan Jerome Powell ini, banyak membuka resiko baik bagi perekonomian Indonesia. Terlebih negara ini masih menjadi negara berkembang.

Langkah The Fed ini memicu rupiah menguat karena dolar jadi kurang menarik di mata investor global. Resiko internal juga ikut terpengaruh, seperti BI yang berpotensi untuk menurunkan suku bunga di dalam negeri.

Selanjutnya, hal ini dapat mengambil sentimen atau reaksi positif ke pasar obligasi dan saham Indonesia. Dengan pemangkasan bunga maka aliran dana asing diharapkan bisa mengalir deras ke Indonesia. Sehingga nilai rupiah dan IHSG bisa menguat.

Pengaruh ke sektor bisnis
Biaya pinjaman di AS turun, maka perusahaan AS lebih ekspansif. Perusahaan di AS lebih mudah pinjam uang, untuk mengembangkan usaha, buka usaha baru, atau investasi.

Pinjaman internasional juga jadi lebih murah. Akibatnya perusahaan di berbagai negara lebih berani berinvestasi ke negara lain atau lintas negara.

Pengaruh ke konsumen global
Kredit dan KPR (Kredit Pemilik Rumah) di AS jadi lebih murah, jadi orang-orang bisa lebih banyak belanja, beli rumah, atau konsumsi lainnya.

Tapi, jika inflasi di AS belum turun, The Fed bisa mengambil keputusan untuk melambatkan pemotongan suku bunga agar harga properti dan kredit lain tetap terkendali. (Shnty/ aSP)

Gen Z Takeaway
Singkatnya, Fed nurunin bunga bikin vibe pasar global berubah: dolar jadi kurang dominan, investor mulai ngeshift ke negara berkembang, dan Indonesia bisa ikut keciprat sentimen positif. Rupiah bisa makin stabil, IHSG berpotensi naik. Keputusan ini juga bantu nurunin cost pinjaman, sambil tetap ngejaga inflasi AS biar nggak makin chaos.

Bank Sentral Amerika ekonomi ekonomi bisnis Ekonomi Global Harga Saham IHSG Pasar Global pemutusan hubungan kerja (PHK) PHK Amerika tinggi Resesi Amerika Suku Bunga The Fed

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB