DPR Singgung Bantuan Sekali Datang vs Kerja Nyata Pemerintah: Yuk Cek Faktanya!

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 9 Desember 2025 | 12:32 WIB
DPR Singgung Bantuan Sekali Datang vs Kerja Nyata Pemerintah: Yuk Cek Faktanya!

astakom.com, Jakarta — Salah satu Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, Fraksi Gerindra, menyinggung pihak yang datang sekali ke wilayah bencana Sumatera tetapi merasa yang paling bekerja.

Pihak yang dimaksud tersebut dikabarkan telah menghimpun dan memberikan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatera sebesar lebih dari Rp10 miliar.

Kerja Maksimal Pemerintah

Endipat mengatakan bahwa bantuan Pemerintah Pusat sudah lebih maksimal di wilayah terdampak. Endipat juga menegaskan bahwa pemerintah hadir secara penuh untuk masyarakat terdampak.

"Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana," katanya dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Menkomdigi Meutya Hafid di DPR, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (9/12/2025).

Perlunya Menginformasikan Kerja Nyata Pemerintah

Ia berharap Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bisa menggencarkan informasi kerja pemerintah. Endipat lantas menyinggung bantuan ke korban bencana dari pemerintah yang nilainya triliunan.

"Jadi yang kira-kira seperti itu Bu. Mohon jadi atensi dan dikembangkan sama Komdigi untuk menjadi informasi publik yang sehingga publik itu tahu kinerja pemerintah itu sudah ada dan memang sudah hebat," kata Endipat.

"Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliun-triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana," tambahnya.

Minta Komdigi Lebih Aktif Menginformasikan

Ia kemudian meminta Komdigi aktif memberikan informasi ke publik terkait bantuan yang telah diberikan negara ke korban bencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

"Saya cuma ingin mencoba memberikan masukan kepada Komdigi dan ingin mendukung Komdigi ke depan bagaimana Komdigi ini bisa mengamplifikasi informasi-informasi strategis yang sudah dilakukan oleh pemerintah, Bu," kata Endipat

Endipat menyinggung kinerja dari Kementerian Kehutanan yang sudah melakukan reboisasi secara besar-besaran. Namun, ia menyebut hal itu tak terinfokan hingga Kemenhut terus dikritik.

"Sebagai contoh kami misalnya mendengar sebenarnya Kementerian Kehutanan itu sudah melakukan evaluasi dan gerakan menanam pohon secara besar-besaran, tetapi itu kan tidak pernah sampai ke telinga teman-teman sampai ke orang bawah selalu saja Kemenhut itu dikuliti dan dimacam-macamin lah, Bu, padahal mereka sudah melakukan banyak hal," ujar Endipat.

Gen Z Takeaway

Endipat ngasih reminder kalau narasi publik soal penanganan bencana harus presisi: jangan sampai bantuan sekali datang terlihat lebih besar dari kerja negara yang sudah hadir dari awal dengan dukungan triliunan. Karena itu, ia minta Komdigi lebih proaktif ngasih info jelas ke publik biar kinerja pemerintah—termasuk program besar kayak reboisasi—nggak tenggelam cuma karena kurang komunikasi.

Anggota DPR RI Anggota Komisi I DPR RI Bantuan Bencana Alam Bencana Alam Sumatera DPR RI Endipat Wijaya Fraksi Gerindra Fraksi Partai Gerindra Kerja Nyata Pemerintah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB