Tanggapi Menkeu Purbaya, DPR dan Ahli Menilai Pembekuan Bea Cukai Tak Realistis

Editor: AR Purba
Rabu, 3 Desember 2025 | 20:28 WIB
Tanggapi Menkeu Purbaya, DPR dan Ahli Menilai Pembekuan Bea Cukai Tak Realistis
Anggota Komisi XI DPR Anna Muawanah. (astakom/DPR)

Reporter: Shintya

astakom.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Muawanah, angkat suara soal ancaman Menteri Keuangan Purbaya mengenai pembekuan lembaga Bea Cukai.

Menurutnya, jika Bea Cukai benar-benar dibekukan dan digantikan oleh perusahaan swasta asing asal Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS), hal itu justru akan menjadi kemunduran.

Ia menuturkan bahwa fungsi Bea Cukai sangat krusial untuk ketahanan nasional ke depan. Anna juga menyoroti berbagai aspek penting yang perlu dipertimbangkan sebelum mengeluarkan ancaman tersebut.

Ahli: Ancaman Pembekuan Tidak Mungkin Terjadi

Salah satunya adalah bahwa seluruh ketentuan tentang Bea Cukai telah diatur dalam undang-undang, termasuk mekanisme pemutusan hubungan kerja yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

"Pertama, kepabeaan itu diatur dengan undang-undang. Jadi harusnya diperbaiki secara SDM komitmen serta integritas. Tidak mudah juga me-layoff-kan petugas kepabeaan secara masif," tuturnya, dalam sesi wawancara online di Jakarta, (3 Desember 2025).

Presiden yang Pernah bekukan Bea Cukai

Pada kesempatan yang sama, Media Wahyudi Askar selaku Direktur Kebijakan Publik Celios mengatakan bahwa ancaman Purbaya mengingatkan pada era Presiden Soeharto.

"Pak Presiden Soeharto pernah benar-benar membekukan Bea Cukai, jadi itu bukan ancaman kosong," katanya.
Sebagai Shock therapy
Meski begitu dia optimis bahwa apa yang dikatakan Menkeu hanya berupa shock therapy. Pesan keras kepada pegawai Bea Cukai bahwa sebetulnya dia punya opsi ekstrem.

"Tidak mungkin dilakukan, karena merumahkan 16 ribu pegawai dan mengganti sistem nasional dengan operator asing itu sangat mahal, secara politik dan logistik," katanya, merujuk pada pembekuan lembaga Bea Cukai.

Kenapa Bea Cukai hendak dibekukan?
Sebelumnya diinformasikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat dukungan dari Presiden Prabowo untuk membekukan Bea Cukai jika lembaga tersebut tidak berbenah. Menurut Purbaya, dirinya tak segan untuk merumahkan 16.000 pegawai Bea Cukai.

“Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16.000 pegawai bea cukai kita rumahkan,” ujar Purbaya usai Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12/2025). (shnty/aSP)

Gen Z Takeaway
DPR dan ahli sepakat ancaman pembekuan Bea Cukai dari Menkeu lebih ke shock therapy, karena lembaga ini vital, diatur ketat UU, dan mustahil diganti operator asing tanpa risiko politik, biaya, dan chaos besar. Intinya, pesannya tegas, tapi eksekusinya nggak realistis.

Aparatur Bea Cukai bea cukai bea cukai dibekukan DPR RI pembenahan bea cukai Presiden Prabowo Purbaya Yudhi Sadewa Pwmeriksaan bea cukai

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB