Nokia dan BlackBerry: Dua Legenda Ponsel, Kini Hidup di Jalur yang Berbeda
astakom.com, Techno- Di awal tahun 2000-an, kira- kira sekitar 2 dekade labih yang lalu, jauh sebelum teknologi Android dan IOS hadir. Generasi di masa itu mengenal 2 merk Handphone yang sangat diandalkan sebagai alat komunikasi, Nokia dan BlackBerry.
Bahkan, 2 ponsel tersebut dulunya sempat menyandang jukukan raja ponsel. Tidak hanya fungsi dan fiturnya yang memanjakan, tapi brand nokia dan BlackBerry dengan varian tipenya menjadi satndar profesi sekaligus standar sosial bagi penggunanya.
Dua nama besar yang pernah merajai dunia komunikasi—Nokia dan BlackBerry—masih hidup, tetapi tidak lagi dalam bentuk yang dulu kita kenal. Dua brand itu tidak lagi melakukan produksi masive layaknya android dan IOS.
Pada inovasi ritel ponsel, meski gaungnya tidak semasif era 2000-an, keduanya ternyata masih bergerak, masing-masing dengan tujuan baru selaras menjajaki oportunity pasar telekomonunikasi namun pada aspek lain. Langkah BlacBerry dan Nokia ini jelas berbeda dari masa kejayaannya.
Pernah jadi Ponsel 'Bandel'
Nokia, yang dulu identik dengan ponsel tahan banting dan baterai “seminggu sekali charge”, kini fokus besar pada bisnis infrastruktur jaringan. Perusahaan induknya lebih banyak bermain di balik layar, mengerjakan teknologi untuk jaringan 5G dan komunikasi industri.Sementara lini ponsel berlogo Nokia kini dikelola oleh HMD Global, yang belakangan justru mulai memperkenalkan seri smartphone dengan identitas merek baru, bukan lagi bertumpu pada nostalgia nama Nokia. Beberapa pasar bahkan tidak lagi mendapatkan rilis ponsel Nokia terbaru, tanda bahwa perusahaan perlahan menggeser fokus dari arena smartphone konsumer.
Di sisi lain, BlackBerry memilih jalan yang jauh lebih radikal. Produsen yang pernah menjadi simbol kesuksesan eksekutif dan profesional ini sudah lama berhenti membuat ponsel.
Perusahaan kini berubah total menjadi penyedia perangkat lunak keamanan dan sistem untuk otomotif serta perusahaan besar. Meskipun begitu, BlackBerry masih memiliki daya tarik unik. Generasi muda di beberapa negara mulai menghidupkan kembali minat terhadap perangkat lama mereka.
Kombinasi Keyboard fisik dan pengalaman digital yang lebih “tenang” tanpa banjir notifikasi dianggap memberikan sensasi berbeda dibanding smartphone modern.
Desain BlackBerry masih Menginspirasi
Beberapa perusahaan kecil bahkan mencoba melanjutkan warisan desain BlackBerry, merilis perangkat baru yang mengusung keyboard QWERTY ikonik dengan sistem operasi Android terbaru. Meski pasar yang disasar lebih niche, langkah ini menunjukkan bahwa jejak BlackBerry masih punya ruang di kalangan pengguna tertentu.Kini, Nokia dan BlackBerry tidak lagi bersaing seperti dulu. Keduanya justru menjadi contoh bagaimana raksasa teknologi bisa jatuh, lalu mencoba bangkit dan berevolusi.
Nokia kini memilih membangun jaringan masa depan, sementara BlackBerry fokus pada implementasi teknologi keamanan digital. Walau tidak lagi mendominasi etalase toko ponsel, warisan keduanya tetap hidup—baik sebagai nostalgia, referensi desain, maupun fondasi teknologi yang masih kita gunakan hingga hari ini.
Di dunia Ponsel, BlackBerry dan Nokia hanya sebatas brand. Kebesaran nama 2 merk ponsel legendaris itu menjadi sekedar icon penyemangat perusahaan yang melahirkanya, merangkak kembali berinovasi jalur lain, sekedar untuk menjaga nafas keberadaan brand ponsel legendaris itu? (aSP)













