astakom.com, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli meminta peserta magang nasional untuk melaporkan berbagai kendala yang dialami selama menjalani program magang.
Hal itu disampaikannya dalam acara Pembekalan ‘Maganghub Soft Skill Prpgramme’ yang berlangsung secara virtual di kanal YouTube Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Selasa (18/11/2025).
Menaker juga meminta peserta untuk melapor apabila mendapat perlakuan yang tidak wajar kepada panitia pemagangan.
“Jika ada kendala terkait magang atau hal-hal yang tidak semestinya diperoleh, mohon tidak segan menyampaikan kepada panitia magang,” ujar Yassierli.
Adapun layanan pengaduan program magang nasional telah dibuka Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui berbagai kanal.
Peserta dapat melaporkan kendala melalui pesan WhatsApp 08132064787. Sementara bagi perusahaan melalui pesan WhatsApp 08132064789.
Dalam kesempatan yang sama, Menaker memberikan wejangan kepada para peserta magang nasional agar mulai membangun pola pikir berkembang alias growth mindset.
“Saya sebagai menteri ketenagakerjaan sangat berharap kesempatan magang ini, batch pertama 20.000 orang nanti batch kedua ada 80 ribu orang, adik-adik semua dan kita semua memiliki mindset berkembang,” ujar Yassierli.
Menurutnya, growth mindset merupakan bakal penting bagi setiap individu, termasuk para peserta magang yang baru terjun di dunia kerja profesional untuk menggapai kesuksesan.
Banyak tokoh dunia yang berhasil meraih prestasi berkat pola pikir berkembang yang dibangun oleh mereka. Michael Jordan misalnya, percaya bahwa kemampuan basket bisa ditingkatkan melalui latihan rutin.
Mulai dari seseorang yang tidak bisa main basket, kemudian dia latihan terus hingga menjadi atlet dengan segudang prestasi.
“Hal yang sama juga dapat dilihat dari BJ Habibie, belajar tanpa henti. Beliau dari Sulawesi belajar SMA di Bandung, kumudian kuliah di Jerman, S2, S3, belajar bagaimana membuat pesawat, dan itu adalah legacy bagi bangsa kita,” ucapnya.
“Beliau adalah orang teknokrat yang mengantarkan beliau menjadi Presiden,” tandasnya.
Untuk itu, ia meminta para peserta untuk menerapkan mindset berkembang. Sehingga waktu 6 bulan untuk magang ini dapat benar-benar memberikan dampak nyata bagi pribadi mereka.
“Saya mengajak semua, mari kita membuka mindset kita, growth mindset, banyak hal yang dalam proses magang selama 6 bulan ini bisa belajar sesuatu yang baru,” pesannya.
Menaker Yassierli mengingatkan, bahwa ke depan para peserta yang merupakan fresh graduate akan menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah, utamanya di era digital seperti saat ini.
“Tantangan ke depan adalah tantangan yang tidak mudah, kita diminta untuk terus belajar sesuatu yang baru,” tuturnya.
Untuk itu, ia meminta para peserta untuk terus belajar hal baru, khususnya terkait perkembangan teknologi, mulai dari teknologi kecerdasan atau artificial inteligence (AI) hingga virtual reality (VR).
“Kita telah melakukan kunjungan ke beberapa titik, dan alhamdulillah testimoni dari peserta sangat bagus, mendapatkan kesempatan belajar hal baru, dibimbing oleh para mentor,” ucapnya.
“Kita berharap hal-hal ini dapat dirasakan oleh para peserta batch kedua nanti,” pungkasnya.

