Airlangga Pede Indonesia Resmi Gabung OECD di 2027

Editor: Khoirudin
Senin, 17 November 2025 | 21:15 WIB
Airlangga Pede Indonesia Resmi Gabung OECD di 2027
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Ekon)

astakom.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia berpeluang resmi bergabung dengan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2027.

Airlangga mengatakan, optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Ia menyebut dukungan internasional terhadap Indonesia saat semakin solid.

“Kami telah berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal OECD dan banyak negara. Kita sudah menjadi negara yang sepaham dengan 27 negara anggota OECD dan kita membutuhkan dukungan dari AS, Jepang, dan Korea,” ujarnya di Jakarta, Senin (17/11/2025).

“Sebagian besar negara percaya bahwa Indonesia bisa menjadi anggota pada tahun 2027,” imbuhnya menegaskan.

Menurut Airlangga, mayoritas negara Eropa yang menjadi anggota OECD telah menyatakan dukungan terhadap langkah Indonesia. Hal ini menjadi sinyal politik internasional yang kuat bahwa posisi Indonesia semakin dipandang strategis, baik secara ekonomi maupun geopolitik.

Masuknya Indonesia dalam OECD akan menempatkan Indonesia sejajar dengan 38 negara maju yang menguasai sekitar 75 persen aktivitas perdagangan dunia. Dengan demikian, keanggotaan OECD dipandang bukan sekadar status, tetapi juga pintu masuk menuju penguatan posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan konkret jika diterima sebagai anggota OECD. Keunggulan pertama, akses pasar ekspor akan terbuka lebih luas.

“Sehingga tentu ini membuat barang kita juga lebih kompetitif dan pasarnya lebih luas,” jelasnya saat konferensi pers usai menghadiri pertemuan tingkat menteri Dewan OECD 2025 di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu.

Keanggotaan OECD memungkinkan Indonesia memperoleh kepercayaan lebih besar dari negara-negara maju. Produk ekspor domestik dinilai dapat masuk ke pasar internasional dengan standar kualitas yang lebih selaras, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan global.

Selain pasar ekspor, keanggotaan OECD juga dinilai dapat memantik masuknya sumber-sumber investasi baru. Airlangga menjelaskan bahwa negara-negara anggota OECD diwajibkan menyesuaikan kebijakan dengan standar negara maju, termasuk penerapan best practice dalam tata kelola ekonomi.

“Nah tentu kita melihat bahwa jangka pendek persepsi dan minat investasi terhadap negara-negara yang mempunyai best practice sama itu relatif seharusnya bisa lebih cepat dan lebih tinggi walaupun sekarang kondisi daripada perekonomian global sedang tidak baik-baik saja,” paparnya.

Meski dukungan sudah datang dari banyak negara, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan restu dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, tiga raksasa ekonomi yang memiliki pengaruh besar dalam keputusan OECD.

Namun, dengan konsistensi reformasi kebijakan dan diplomasi aktif yang terus dijalankan, pemerintah yakin langkah Indonesia menuju OECD semakin terbuka lebar.

Jika target 2027 tercapai, maka Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang bergabung dalam OECD, sebuah loncatan besar yang berpotensi mengubah peta daya saing regional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global.

Airlangga Hartarto Ekonomi Indonesia Kemenko Perekonomian OECD

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB