BOBIBOS: Awalnya Solusi untuk Daerah, Mampukah Menjawab Solusi Energi Nasional?

Editor: Alfian Tegar
Jumat, 14 November 2025 | 22:23 WIB
BOBIBOS: Awalnya Solusi untuk Daerah, Mampukah Menjawab Solusi Energi Nasional?
Ilustrasi pengisian bahan bakar pada kendaraan. (Pexel)

astakom.com, Jakarta - Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai BOBIBOS yang merupakan bahan bakar terobosan baru. Beredar juga informasi bahwa BOBIBOS diklaim mampu mengurangi emisi hingga mendekati nol serta memiliki tingkat research octane number (RON) mendekati 98.

Salah satu pegiat di industri BOBIBOS, Mulyadi yang juga merupakan anggota DPR Komisi XI, berkesempatan di wawancarai secara ekslusif oleh redaksi astakom.com. Ia mengatakan asal usul kata BOBIBOS yang kini menjadi jadi nama dari inovasi bahan bakar baru ini.

“Dari namanya dulu ya pak, BOBIBOS itu sebenarnya singkatan dari Bahan Bakar Orisinal Buatan Indonesia, Bos. Ada Bos nya”, ujar Mulyadi saat diwawancarai astakom.com.

Mulyadi juga mengatakan nama sebelumnya adalah BOBI, sama seperti nama kucing Presiden Prabowo. Namun saat didaftarkan ke hak atas kekayaan intelektual (HAKI), sudah ada yang menggunakan.

“Awalnya kami kasih namanya itu BOBI, Bahan Bakar Orisinal Buatan Indonesia, tapi pada saat kami daftarkan di Dirjen HAKI, nama BOBI sudah ada yang patenkan, jadi saya tambah BOS saja,” ujarnya lagi.

Mulyadi Pegiat Industri  Bobibos
Mulyadi Pegiat Industri Bobibos dan Anggota Komisi VI DPR Mulyadi. (Dok. Gerindra)
Awal Penemuan BOBIBOS

Mulyadi mengatakan Bahan bakar BOBIBOS ini ditemukan oleh anak-anak muda yang baru pulang dari Brazil. Lalu, Brazil tertarik dengan temuan tersebut hingga anak-anak muda sebagai penemu BOBIBOS diminta untuk pindah warga negara menjadi Brazil.

Mulyadi juga melakukan riset mengenai temuan tersebut ke beberapa ahli, dan mendapatkan hasil yang positif

“Lalu, saya ajak mereka (anak-anak muda) bertemu para ahli, ternyata setelah saya pertemukan dengan para ahli itu, saya makin yakin bahwa ini bisa jadi solusi buat energi Indonesia,” ujarnya.

Penelitian selama 10 tahun

BOBIBOS juga sebelumnya belum diketahui langsung oleh Presiden Prabowo. Mulyadi mengatakan bahwa BOBIBOS muncul untuk menjawab solusi di dapilnya sendiri. Namun, BOBIBOS jadi viral di media sosial.

Mulyadi juga mengatakan kalau ini menjadi progra Presiden, ia akan mengikuti seluruhnya.

“Kalau ini menjadi program presiden, saya akan ikuti, apapun aturan mainnya,” ujarnya.

Respon Dari Pertamina

Mulyadi juga mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak pertamina. Pertamina merespons bahwa penemuan energi ini bisa menjadi solusi untuk berkolaborasi.

“Beliau (Pertamina) buat statement juga untuk merespons keberadaan BOBIBOS, beliau bilang kalau itu kita bisa berkolaborasi, selama untuk negeri, dan saya kira itu positif,” ujarnya.

BOBIBOS diproyeksikan akan saling mengisi kekurangan dan kelebihan dari Pertamina. BOBIBOS memiliki kelebihan karena bersumber dari nabati, harga yang cenderung murah, dan dianggap mampu membantu mengurangi subsidi energi.

“Kelebihan BOBIBOS apasih, misalnya disamping hemat penggunaannya, konsumsinya, harganya murah karena sumbernya tanaman, kemudian ya tadi ramah lingkungan. Terpenting ya buat saya ini bisa membantu mengurangi subsidi energi di Indonesia,” ujarnya.(aLf/aSP)

Gen Z Takeaway

BOBIBOS lagi jadi bahan obrolan karena diklaim sebagai bahan bakar “anak muda” yang ramah lingkungan, RON-nya hampir 98, dan harganya lebih murah karena berbasis nabati. Mulyadi—anggota DPR sekaligus pemiliknya—ceritain kalau nama BOBIBOS itu singkatan dari ‘Bahan Bakar Orisinal Buatan Indonesia, Bos’, dan katanya risetnya udah 10 tahun plus sempat bikin Brazil kepincut. Pertamina juga buka pintu kolaborasi, jadi vibe-nya ini bisa jadi inovasi energi lokal yang relevan banget kalau beneran bisa tekan emisi dan subsidi tanpa drama berlebihan.

Bahan Bakar bahan bakar alternatif Bahan Bakar Nabati BBM BOBIBOS BOBIBOS Respons Pertamina Solusi Energi Indonesia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB