IHSG Hari Ini Diramal Menguat, Sentimen Positif Datang dari Wall Street dan Logam Mulia
astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (12/11/2025), diperkirakan bakal bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
Prediksi ini datang setelah mayoritas indeks di bursa Wall Street mencatatkan penguatan dan harga emas global terus menanjak, menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Dalam risetnya, CGS International Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa penguatan di pasar global akan menjadi dorongan bagi IHSG. Namun, adanya aksi jual dari investor asing berpotensi menjadi tekanan bagi laju indeks.
“IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.280–8.195 dan resist 8.455–8.540,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (12/11/2025).
Pada perdagangan Selasa (11/11/2025), indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat. Rotasi portofolio investor dari saham berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) ke saham-saham dengan valuasi lebih murah menjadi faktor utama penggerak pasar.
Saham di luar sektor teknologi AI seperti Merck, Amgen, dan Johnson & Johnson masing-masing naik signifikan sebesar 4,84 persen, 4,57 persen, dan 2,88 persen, yang turut mendorong penguatan Dow Jones dan S&P 500.
Sebaliknya, saham penyedia infrastruktur AI CorWeave terkoreksi tajam hingga 16,31 persen, setelah rilis panduan kinerja keuangan berada di bawah ekspektasi pasar.
Tekanan juga datang dari saham Nvidia yang melemah 2,96 persen, usai SoftBank menjual seluruh saham produsen chip tersebut senilai lebih dari US$ 5 miliar.
Dengan beragam sentimen global dan pergerakan investor asing yang perlu diwaspadai, pelaku pasar diharapkan tetap selektif dalam memilih saham untuk menjaga peluang keuntungan di tengah volatilitas IHSG hari ini.
CGS International Sekuritas Indonesia pun memberikan rekomendasi sejumlah saham pilihan untuk perdagangan hari ini, yaitu saham BRMS, ERAA, ADMR, ENRG, TLKM, dan CMRY.
Gen Z Takeaway
IHSG hari ini diprediksi bakal swing tipis tapi masih ada peluang naik, diboost sama Wall Street yang lagi hijau dan harga emas yang makin nanjak. Cuma, aksi jual asing bisa bikin indeks agak goyah. Di luar negeri, saham non-AI lagi glow up, sementara saham AI malah crash.










