IHSG Hari Ini Berpotensi Tergelincir, Analis Ingatkan Aksi Ambil Cuan Jelang Akhir Pekan
astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi tergelincir ke zona merah, menyusul adanya potensi profit taking atau aksi ambil untung jelang akhir pekan.
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas melihat adanya pelebaran positive slope MACD, namun indikator Stochastic RSI berada di area overbought dan mengindikasikan potensi terjadinya koreksi jangka pendek.
“Sehingga IHSG diperkirakan rentan profit taking jangka pendek di kisaran support 8.280-8.310,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, dikutip astakom.com, Jumat (7/11/2025).
Sebagaimana diketahui, indeks acuan bursa saham Indonesia pada penutupan perdagangan Kamis (6/11/2025) kemarin menguat 0,22 persen ke level 8.337.06, setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 8362.
Sejalan dengan IHSG, kurs mata uang Rupiah pada perdagangan kemarin juga ditutup menguat di level 16,701/US$.
Penguatan itu didorong oleh sejumlah sentimen positif pada perdagangan kemarin, salah satunya optimisme pasar terhadap proyeksi ekonomi Indonesia yang akan membaik di kuartal IV-2025.
“Pengumuman review kuartalan indeks MSCI, di mana beberapa saham berhasil masuk dalam perhitungan indeks MSCI, telah menjadi faktor positif,” tulis Phintraco.
Selanjutnya, investor pada hari ini akan menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan Oktober 2025 yang dirilis Bank Indonesia (BI).
“Data ini akan diperhatikan di tengah depresiasi Rupiah dan setelah pada bulan lalu cadangan devisa turun pada level terendah sejak Juli 2024 akibat adanya pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia,” tulis analis menjelaskan.
Tak hanya dari domestik, investor pada hari ini juga akan mencermati data ekspor impor Tiongkok, dimana diperkirakan ekspor bulan Oktober tumbuh 7.3 persen secara tahunan, namun melambat dari periode sebelumnya yang sebesar 8.3 persen.
Adapun kinerja impor negeri tirai bambu itu diperkirakan tumbuh 7 persen secara tahunan, meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar 7.4 persen.
Sedangkan dari Amerika Serikat (AS), pasar akan mencermati data Michigan Consumer Sentiment Preliminary bulan November yang diperkirakan di level 53.2 dari 53.6 di Oktober 2025.
Meskipun IHSG dalam jangka pendek akan melemah, analis Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham top picks pada perdagangan hari ini, diantaranya saham ASII, ADRO, BTPS, AADI dan UNTR.
Gen Z Takeaway
IHSG lagi-lagi dikasih ujian sabar, guys. Setelah sempat nembus rekor dan bikin senyum tipis para investor, sekarang indeks berpotensi “ngaso dulu” alias rawan profit taking menjelang weekend.Stochastic RSI udah di area overbought, artinya bakal ada koreksi kecil-kecilan. Tapi jangan panik, rupiah masih kuat di Rp16.701 per dolar dan sentimen ekonomi Q4 masih optimis.









