Update OTT di Provinsi Riau: KPK Masih Hitung Barang bukti Uang, 9 Orang Berstatus Terperiksa
astakom.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Menangkap 10 orang dalam OTT di Riau pada Senin (3/10/2025). Dari jumlah tersebut, 9 diantaranya di bawa ke Gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, hal tersebut berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di Riau. "Ada sejumlah 9 orang dari 10 orang yang ditangkap yang kemudian akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK," kata Budi, Selasa (4/11/2025).
2 Kelompook Terduga Dibawa ke Gedung Merah Putih
Diketahui, Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi salah satu yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK pada kloter pertama. Pada kesempatan ini, delapan orang dibawa yang tiga di antaranya masuk ke kantor KPK lewat depan.
“Yang dibawa pada hari ini ada 9 orang, nanti ada dua kloter, pagi dan siang," ujarnya.
Belum dijelaskan lebih lanjut terkait perkara tersebut. KPK akan mengumumkan lengkap dalam konferensi pers.
"Terkait dengan perkaranya apa, konstruksi perkaranya bagaimana, nanti kami akan update ya," ujarnya.
Abdul Wahid sendiri tiba sekitar pukul 09.35 WIB. Ada dua orang lain yang telah tiba di KPK. Sisa pihak yang diamankan rencananya akan tiba di KPK sore hari.
Pihak yang ditangkap KPK masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
KPK Masih Hitung Nominal Uang yang Diamankan
Selain menangkap orang, turut diamankan barang bukti berupa uang. Namun, belum diungkapkan nominal uang yang diamankan. KPK masih menghitung jumlah persis uang yang diamankan dalam OTT tersebut.
"Nanti termasuk itu ya, ini sedang kami hitung juga (nominal uang yang diamankan)," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).
Gen Z Takeaway
KPK lagi-lagi nunjukin taringnya lewat OTT di Riau yang berhasil menjaring 10 orang, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid. Dari hasil operasi, sembilan orang langsung dibawa ke Gedung Merah Putih buat pemeriksaan lanjutan, sementara status hukumnya masih ditentukan dalam 1x24 jam.
Meski detail kasus dan jumlah uang yang diamankan belum dibuka, aksi ini jadi sinyal kuat kalau KPK masih on fire buat ngejar praktik korupsi di level daerah. Publik pun tinggal nunggu langkah lanjutan dan transparansi penuh dari lembaga antirasuah ini.











