astakom.com, Jakarta – Pemerintah terus memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru melalui Program Magang Nasional yang kini memasuki batch kedua.
Program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan tenaga kerja muda agar siap menghadapi dunia profesional, sekaligus mengurangi angka pengangguran terdidik.
Dalam program tersebut, peserta berhak menerima kompensasi setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah tempat mereka ditempatkan.
“Sesuai dengan UMP daerah masing-masing,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam siaran pers, dikutip Senin (3/11/2025).
Selain gaji pokok, peserta juga akan memperoleh fasilitas tambahan berupa jaminan sosial dan bantuan biaya hidup selama enam bulan masa magang, sehingga peserta dapat fokus menimba pengalaman kerja profesional tanpa terbebani masalah finansial.
Pembayaran gaji dilakukan langsung oleh pemerintah pusat melalui bank-bank Himbara — BNI, BRI, Mandiri, BTN, dan BSI. Dana disalurkan lewat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke rekening pribadi peserta.
Mekanisme tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.
Dengan sistem pembayaran terpusat tersebut, perusahaan tempat magang tidak perlu menanggung biaya upah. Fokus utama program pun tetap pada pembinaan keterampilan, peningkatan kompetensi, dan kesiapan kerja lulusan baru.
Berdasarkan Pasal 11 Permenaker 8/2025, peserta Program Magang Nasional 2025 akan menerima gaji penuh selama maksimal enam bulan masa penugasan.
Besaran kompensasi disesuaikan dengan UMP daerah masing-masing, sehingga nominal yang diterima tiap peserta berbeda, misalnya peserta di Jakarta akan memperoleh jumlah berbeda dengan peserta di Yogyakarta atau Makassar.
Pendanaan program ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bagian dari kebijakan percepatan pembangunan sumber daya manusia.
Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp198 miliar untuk 20 ribu peserta batch pertama. Sementara itu, sebanyak 80 ribu peserta disiapkan untuk batch kedua yang dimulai pada November 2025.
Gen Z Takeaway
Akhirnya kabar yang ditunggu para fresh graduate datang juga! Pemerintah lagi ngeluncurin Program Magang Nasional batch 2, dan kali ini lebih gede, buat 80 ribu peserta! Tujuannya biar anak muda siap terjun ke dunia kerja for real, bukan cuma teori doang.
Yang keren, peserta magang bakal digaji setara UMP daerah masing-masing plus dapet jaminan sosial dan bantuan biaya hidup selama enam bulan, jadi bisa fokus belajar tanpa mikirin dompet tipis. Pembayarannya langsung dari pemerintah lewat bank Himbara, perusahaan tempat magang nggak perlu keluar biaya sama sekali.

