Kinerja Bursa Saham Sepekan Turun, Tapi Kokohnya Fundamental Ekonomi RI Bangun Optimisme

Editor: Khoirudin
Sabtu, 1 November 2025 | 11:11 WIB
Kinerja Bursa Saham Sepekan Turun, Tapi Kokohnya Fundamental Ekonomi RI Bangun Optimisme
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Mail Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. TrenAsia)

astakom.com, Jakarta - Selama sepekan terakhir, yakni selama periode 27—31 Oktober 2025, pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang cukup menarik untuk disimak, dimana sejumlah indikator di bursa saham menunjukkan kinerja yang bervariatif.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, bahwa data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,3 persen, dari yang semula di 8.271,72 menjadi 8.163,88.

Meskipun indeks yang menjadi acuan bursa saham nasional itu mengalami pelemahan, namun Kautsar mencatat sejumlah indikator jika diakumulasikan selama sepekan masih menunjukkan kenaikan.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini sebesar 3,72 persen, menjadi miliar 31,61 miliar lembar saham dari 30,47 miliar lembar saham pada pekan lalu," ungkap Kautsar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (1/11/2025).

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian di BEI pada perdagangan sepekan terakhir juga turut mengalami peningkatan sebesar 1,55 persen, dari yang semula tercatat Rp22,28 triliun pada pekan sebelumnya, menjadi Rp22,63 triliun pada pekan ini.

Sejalan dengan IHSG yang melemah selama sepekan perdagangan berjalan, rata-rata frekuensi transaksi harian juga turut mengalami pelemahan sebesar 1,79 persen, dari 2,37 juta transaksi menjadi 2,32 juta transaksi.

Kondisi serupa juga terjadi pada kapitalisasi pasar di bursa saham nasional, yang mengalami pelemahan sebesar 2,48 persen. Jika pada pekan lalu kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.234 triliun, pada pekan ini turun menjadi hanya Rp14.857 triliun.

"Investor asing pada hari ini (penutupan perdagangan Jumat kemarin) mencatatkan nilai beli bersih Rp1,13 triliun dan sepanjang tahun 2025 investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp47,317 triliun," tandas Kautsar.

Akhir Tahun, IHSG Diprediksi Tembus 9.000

Sebagaimana diketahui kinerja pasar saham setiap pekan, atau bahkan setiap harinya terus mengalami fluktuasi yang pasti. Namun secara jangka panjang, sejumlah analis menungkapkan kinerja pasar modal ke depan menunjukkan tren kenaikan, seiring dengan kokohnya fundamental ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa turut menyampakan prediksinya tentang kondisi pasar modal ke depan. Ia memprediksi IHSG akan menembus level 9.000 pada akhir tahun ini, bahkan bisa mencapai level 32.000 dalam sepuluh tahun ke depan.

“Kalau ditanya ke saya (IHSG) bagaimana? To the moon, saya bilang. Akhir tahun ini berapa? 9.000. Sepuluh tahun lagi berapa? 32.000,” ujarnya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Purbaya menjelaskan, para pelaku pasar akan menganalisa perkataan dan kebijakan yang ia ambil. Hal itu nantinya akan terlihat dan diimplementasikan dalam bentuk posisi pelaku pasar di portofolio yang mereka miliki.

Namun ia tak menafikan adanya 'saham gorengan' yang dapat mengganggu kinerja indeks dalam jangka panjang. Namun ia tetap optimis dengan kinerja pasar modal, mengingat masih ada banyak saham dengan fundamental bagus dengan kapitalisasi pasar besar.

Dia pun ogah menanggapi sejumlah pihak yang pesimis dengan proyeksinya pada pasar saham ke depan. Padahal, kata dia, proyeksi itu mengacu pada analisis historis dan pola pertumbuhan jangka panjang pasar modal.

“Orang bilang saya bohong ngomong sembarangan, tapi itu berdasarkan pengalaman 30 tahun, 20 tahun terakhir, 25 tahun terakhir, dimulai awal siklus bisnis sampai akhir siklus bisnis, tumbuhnya itu sekitar 4–5 kali,” jelas Purbaya.

Prabowo: Tak Perlu Panik Harga Saham Turun

Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sebelumya juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi fluktuasi harga saham yang tercermin pada IHSG. Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional tidak bisa diukur semata dari pergerakan indeks saham, melainkan dari fondasi ekonomi yang kokoh.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya masyarakat memahami kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang disebutnya masih sangat solid.

“Saya selalu ingatkan, kita jangan terlalu takut dengan harga-harga saham, yang penting fundamental ekonomi kita harus kuat,” ucap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2025).

Presiden menambahkan, level IHSG saat ini telah mencapai angka 8.000, sebuah capaian yang diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Ia menyebut, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras jajaran menteri ekonomi di kabinet Merah Putih.

“(IHSG) telah tumbuh 8.000, tertinggi sepanjang sejarah republik kita, ini juga di luar dugaan, ini juga saya kira akibat kerja keras para menteri-menteri di bidang ekonomi,” tuturnya, sembari mengingatkan bahwa kenaikan IHSG merupakan cerminan dari kepercayaan investor terhadap kinerja pemerintah.

Gen Z Takeaway

IHSG minggu ini emang agak nyungsep dikit, turun 1,3 persen ke level 8.163-an, tapi pasar masih rame banget — volume dan nilai transaksi malah naik, tanda para trader masih gas terus! Walau investor asing masih net sell gede tahun ini, pemerintah dan analis tetep optimis.

Menkeu Purbaya bahkan bilang IHSG bisa tembus 9.000 akhir tahun dan 32.000 dalam 10 tahun — literally to the moon vibes! Presiden Prabowo juga santai aja, bilang jangan panik liat saham turun, yang penting ekonomi kita masih kuat dan stabil.

BEI Bursa Efek Indonesia Bursa Saham Harga Saham IHSG IHSG Hari Ini Kautsar Primadi Nurahmad Saham

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB