IHSG Hari Ini Diproyeksi Menguat, Sinyal Damai Perang Dagang AS–Tiongkok Jadi Pemicu

Editor: Khoirudin
Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:25 WIB
IHSG Hari Ini Diproyeksi Menguat, Sinyal Damai Perang Dagang AS–Tiongkok Jadi Pemicu
Ilustrasi kinerja saham, yang ditunjukkan dengan candlestick IHSG. (Foto: Pixabay)

astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (31/10/2025) diproyeksi menguat, seiring dengan optimisme investor terhadap perkembangan positif hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Sinyal penguatan ini akan melanjutkan tren kenaikan pada indeks saham nasional, mengingat IHSG pada perdagangan Kamis (30/10/2025) kemarin menguat 0,22 persen ke level 8.184,06, dipimpin oleh saham-saham di sektor teknologi, energi, dan keuangan.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG di tengah pelemahan rupiah menunjukkan adanya rotasi sektor yang ditopang oleh ekspektasi pemulihan global, pasca pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan, Korea Selatan.

“Sentimen ini menjadi katalis positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia,” ujar analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip astakom.com.

Pertemuan Trump–Xi Jinping yang berlangsung pada Kamis pagi menghasilkan kesepakatan yang meredakan ketegangan dagang kedua negara. AS dalam pertemuan itu sepakat untuk menurunkan tarif impor terkait perdagangan obat fentanil menjadi 10 persen, dari yang sebelumnya 20 persen.

Dengan demikian, total tarif impor yang diberlakukan terhadap negeri tirai bambu itu akan dipangkas menjadi 47 persen, dari yang sebelumnya ditetapkan oleh Trump sebesar 57 persen.

Selain itu, AS dalam pertemuan yang berlangsung di sela KTT APEC itu juga sepakat untuk menunda perluasan pembatasan bagi perusahaan Tiongkok dalam daftar hitam, sementara Tiongkok menunda pembatasan ekspor mineral tanah jarang selama satu tahun.

Rencana kunjungan balasan antara kedua pemimpin negara pada April mendatang menambah optimisme pelaku pasar bahwa hubungan ekonomi kedua negara akan semakin stabil.

Meskipun rupiah melemah ke Rp16.636 per dolar AS, seiring tekanan pada mata uang Asia lainnya, IHSG tetap mampu menguat berkat aliran dana asing yang masuk ke saham berkapitalisasi besar di sektor teknologi dan energi.

“Tekanan pada rupiah bersifat temporer. Investor melihat peluang pada saham-saham berbasis komoditas dan digital yang berpotensi mencatatkan pertumbuhan laba hingga akhir tahun,” tambah analis Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, histogram negatif MACD mulai menyempit dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area pivot, menandakan peluang lanjutan penguatan jangka pendek.

Menurut analis dari perusahaan efek terseebut, IHSG pada hari ini berpotensi menguji resistance di level 8.250, namun juga rentan mengalami pullback karena aksi ambil untung menjelang akhir pekan dan pengujian MA20 di level 8.153.

“Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak sideways di rentang 8.150–8.250 pada perdagangan Jumat (31/10),” ungkap analis.

Rekomendasi Saham

Seiring dengan proyeksi IHSG yang menguat, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham unggulan (top picks) untuk perdagangan hari ini, Jumat (31/10), yakni:

PGAS (energi)

ITMG dan INCO (pertambangan)

TOWR (infrastruktur digital)

SCMA dan EMTK (media & teknologi)

Amerika Serikat AS Bursa Saham Harga Saham IHSG IHSG Hari Ini Perang Dagang Rekomendasi Saham Saham Tiongkok

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB