Ada Mandatory B50, Harga CPO Diramal Bakal Melejit

Editor: Khoirudin
Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Ada Mandatory B50, Harga CPO Diramal Bakal Melejit
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Gapki)

astakom.com, Jakarta - Harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun 2026, seiring dengan penerapan mandatory biodiesel 50 persen (B50) pada semester II-2026.

Proyeksi ini sebagaimana disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono. Ia menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut akan mendorong permintaan CPO di dalam negeri sebagai bahan baku utama biodiesel.

“Nah, saya hanya sedikit memberikan gambaran kira-kira seperti tahun depan, kalau kita melihat adanya implementasi B50 di semester II, memang harga akan naik,” kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta, dikutip astakom.com, Rabu (29/10/2025).

Sebagai informasi, kebijakan penerapan mandatory B50 merupakan lanjutan dari keberhasilan program B40, yang terbukti mampu menekan impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Data Kementerian ESDM mencatat, pemanfaatan biodiesel dari 2020 hingga 2025 telah menghemat devisa hingga USD40,71 miliar. Dengan mandatory B50, pemerintah memproyeksikan potensi penghematan tambahan sebesar USD10,84 miliar.

Secara teknis, program B50 dirancang untuk menutup seluruh sisa impor minyak solar yang masih ada di bawah kebijakan B40. Pada 2025, impor solar diperkirakan masih mencapai 4,9 juta kiloliter atau sekitar 10,58 persen dari total kebutuhan nasional.

Dengan B50, porsi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai bahan bakar nabati akan meningkat secara signifikan, menjadikan pasokan solar nasional 100 persen berasal dari sumber energi domestik.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini telah memulai uji coba bahan bakar biodiesel campuran 50 persen (B50) sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

Menurutnya, proses uji coba yang dilakukan sepanjang 2025 sudah hampir selesai dan akan menjadi dasar pelaksanaan penuh pada tahun depan.

“Pada tahun ini kita memasuki masa uji B50, dan sekarang tesnya sudah mau final,” ujar Bahlil dalam sambutannya saat Upacara peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80 di Monas, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menegaskan, penerapan B50 merupakan langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri, sekaligus mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan.

“Uji coba B50 kali ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional ke energi baru terbarukan, serta memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya dalam negeri,” lanjutnya.

Gen Z Takeaway

Tahun 2026 bakal jadi momen penting buat sektor energi Indonesia — pemerintah siap ngegas program biodiesel B50, alias campuran 50 persen minyak sawit dalam solar! Artinya, makin banyak CPO (Crude Palm Oil) dipakai buat bahan bakar, bikin permintaan sawit naik, harga CPO ikut meroket, dan impor solar bisa ditekan habis-habisan.

Dari 2020–2025 aja, program biodiesel udah hemat devisa USD40,7 miliar, dan B50 bisa nambah hemat USD10,8 miliar lagi. Menteri ESDM Bahlil bilang, uji coba B50 udah hampir kelar — jadi 2026 siap jadi tahun “energi mandiri” made in Indonesia

B40 Bahlil Lahadalia Biodiesel cpo Eddy Martono ekspor CPO ESDM Impor BBM Impor Solar Kementerian ESDM Mandatory B50 minyak sawit

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB