Wakil Menteri Investasi: Dengan Penertiban Premanisme, Pemerintah ingin Jaga Iklim Investasi Kondusif

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:10 WIB
Wakil Menteri Investasi: Dengan Penertiban Premanisme, Pemerintah ingin Jaga Iklim Investasi Kondusif

astakom.com, Jakarata - Beberapa waktu lalu, sempat terjadi intimidasi pada beberapa kegiatan pembukaan pabrik/ kawasan industri mitra multinasional (investasi asing). Atas kejadian tersebut, pemerintah sempat melakukan penertiban dengan menerjunkan aparat untuk untuk melakukan tindakan lapangan atas prilaku premanisme yang menggangu iklim investasi di seluruh kawasan Indonesia.

Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, menegaskan bahwa iklim investasi di Indonesia kini semakin stabil dan menarik. Kondisi ini didukung oleh pembenahan regulasi, penyederhanaan proses perizinan, serta langkah tegas pemerintah dalam menertibkan praktik premanisme demi menjaga kepercayaan para investor.

“Ada tiga hal fundamental. Pertama, pelayanan perizinan, regulasi, dan strategi fiskal kita. Ini memiliki kontribusi yang sangat signifikan. Kedua, kegiatan premanisme kita tertibkan,” kata Wamen Todo dalam Sarasehan 100 Ekonom bertajuk “Resiliensi Ekonomi Domestik sebagai Fondasi Menghadapi Gejolak Dunia” di Jakarta, Senin (28/10).

Menata Iklim Investasi yang Aman
Todotua menegaskan, premanisme sangat mengganggu iklim investasi, terutama di kawasan industri. Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dan kelompok tertentu kerap melakukan pemerasan, intimidasi, hingga blokade pabrik. Hal ini dinilai menjadi ancaman nyata bagi pelaku usaha. Karena itu, ia menegaskan pemerintah berkomitmen tegas memberantas premanisme.

Selain penertiban premanisme, Todotua menambahkan bahwa peningkatan investasi juga dipengaruhi oleh perbaikan regulasi dan kemudahan perizinan. “Keduanya menciptakan kepastian, kemudahan, dan daya saing yang diinginkan investor,” ujarnya.

Regulasi yang jelas dan tidak tumpang tindih, serta proses perizinan yang cepat dan sederhana, menurutnya dapat menarik investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, regulasi yang rumit, tumpang tindih, dan tidak pasti justru menghambat investasi.

Jaga target Pertumbuhan ekonomi 8%
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, karena investasi merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi, selain konsumsi rumah tangga dan ekspor.

Todotua memaparkan realisasi investasi saat ini telah mencapai 75 persen dari target Rp1.905 triliun tahun 2025. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, mengingat tahun lalu realisasi investasi melampaui target, dari Rp1.650 triliun menjadi Rp1.714 triliun.

“Pergerakannya kita punya level of confidence (target) ini bisa kita capai. Dan kalau berbicara serapan-serapannya ini memang growth-nya cukup signifikan. Kita punya pertumbuhan angka investasi itu di level sekitar 13 something menuju 14 persen. Dan memang kita terus bekerja keras untuk itu,” jelasnya.(Usm/aRSp)

Gen Z Takeaway

Langkah pemerintah buat beresin urusan investasi makin terasa nyata, gengs. Wamen Todotua Pasaribu ngasih sinyal positif kalau Indonesia udah makin ramah buat investor, mulai dari perizinan yang makin gampang, regulasi yang makin rapi, sampai penertiban premanisme di kawasan industri biar dunia usaha nggak lagi waswas.

Intinya, pemerintah lagi ngegas banget buat ngejar pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 dengan investasi sebagai mesin utamanya. Jadi, vibes-nya sekarang bukan cuma “pro-bisnis”, tapi juga “pro-keamanan dan kepastian”, hal yang bikin investor makin yakin buat tanam modal di sini.

Investasi investasi asing Menteri Investasi dan Hilirisasi Penertiban Premanisme Pertumbuhan Ekonomi Todotua Pasaribu

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB