Meneteri ESDM Bahlil Kembali bahas Blending BBM Etanol: Bukan Sekadar Campuran!

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:28 WIB
Meneteri ESDM Bahlil Kembali bahas Blending BBM Etanol: Bukan Sekadar Campuran!

astakom.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali angkat bicara terkait kontroversi informasi yang sempat menyeruak di publik menanggapi plus- minus BBM blending etanol

Menteri ESDM yang juga Ketua umum Partai Golkar ini menepis anggapan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) kurang baik. Ia menegaskan, banyak negara di dunia yang justru telah memanfaatkan etanol sebagai campuran BBM.

2027 akan ada Kebijakan 10% Etanol

Sebagai langkah ke depan, pemerintah menargetkan penerapan bahan bakar campuran etanol 10% atau E10 mulai tahun 2027.

"Jadi, sangat tidak benar jika ada diskusi, diskusi oleh berbagai kelompok bahwa etanol ini nggak bagus. India sudah pakai E10, Amerika E20, Thailand E20, beberapa negara di Amerika sudah E85. Kita ini jangan selalu berpikir selalu seolah-olah itu ada sesuatu-sesuatu gitu," katanya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

Kenapa SPBU Swasta Menolak Campuran Etanol ?

Bahlil juga menanggapi SPBU swasta yang menolak campuran etanol dalam base fuel atau BBM murni yang diimpor Pertamina beberapa waktu lalu.

"Dan kedua, jangan swasta memaksakan kehendak gitu loh. Apalagi SPBU-SPBU ini kan. Jangan dikira ini kita nggak paham. Seperti orang Papua bilang, adek kau baru mau tulis kakak sudah baca," katanya.

Bahlil mengatakan, etanol merupakan bahan bakar nabati yang bahan bakunya didapatkan dari produk lokal seperti jagung, tebu, dan singkong. Dengan begitu, Bahlil bilang hal ini akan dapat menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.

"Etanol ini bahan bakunya dari jagung, tebu, singkong dan ini tidak hanya sekedar untuk mempertahankan energi kita, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan instrumen pertumbuhan yang bisa kita lakukan di daerah-daerah," katanya.

Bahlil menerangkan, mandatori E10 akan mengikuti suksesi B40 yang dinilai telah menekan impor solar. Bahkan Bahlil bilang jika mandatori B50 dapat jalan pada tahun depan, Indonesia bisa terbesar sari impor solar.

"Sekarang kita mau bikin di bensin, caranya gimana biar nggak impor? Kita dorong E10 dan E20. Etanol," katanya.(aLf/aRSp)

Gen Z Takeaway

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa etanol bukan bahan bakar “abal-abal”, tapi langkah strategis buat kemandirian energi dan ekonomi lokal. Di saat negara lain udah melaju dengan E10 sampai E85, Indonesia siap ngegas lewat mandatori E10 pada 2027.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi, bukan penolakan dari SPBU swasta, karena bahan bakar nabati seperti etanol bisa ngurangin impor dan buka banyak lapangan kerja dari hasil bumi sendiri, mulai dari jagung, tebu, sampai singkong. Intinya, ini bukan cuma soal bahan bakar, tapi arah baru menuju energi berdaulat dan ekonomi yang lebih hijau.

Bahlil Lahadalia BBM blending etanol Etanol Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Menteri ESDM Sarasehan 100 Ekonom Indonesia SPBU Pertamina SPBU Swasta

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB