Manfaat Program Prabowo: Siswa Jumaroh, Kini Belajar dan Makan Teratur di Sekolah Rakyat

Editor: Usman
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:37 WIB
Manfaat Program Prabowo: Siswa Jumaroh, Kini Belajar dan Makan Teratur di Sekolah Rakyat

astakom.com, Jakarta— Hidup dalam keterbatasan ekonomi tak pernah membuat semangat seorang anak bangsa pupus. Itulah yang dirasakan Jumaroh (15), siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, yang kini bisa menatap masa depan dengan penuh optimisme berkat hadirnya program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebelum masuk ke sekolah ini, Jumaroh sempat merasa mustahil bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang lebih tinggi. Ia lahir dari keluarga sederhana, bahkan sangat terbatas secara ekonomi. Kedua orang tuanya bekerja sebagai pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Dari kecil, ia sudah terbiasa hidup dengan segala keterbatasan, termasuk soal makan yang sering tidak teratur.

“Aku kayaknya enggak bakal ngelanjutin sekolah, karena kekurangan biaya juga. Kan mama aku kerjanya pemulung,” ujar Jumaroh saat ditemui di lingkungan SRMA 13 Bekasi, pekan ini.

Jumaroh merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Sebagai anak perempuan satu-satunya, ia menyimpan harapan besar agar bisa membanggakan kedua orang tuanya. Namun keterbatasan biaya sempat membuatnya pesimis. Kini, ia merasa memiliki kesempatan baru untuk mengejar cita-cita yang dulu hanya bisa ia bayangkan.

Lewat program Sekolah Rakyat, semua kebutuhan pendidikan hingga kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, dan fasilitas belajar disediakan secara gratis oleh pemerintah. Sistem asrama membuat anak-anak seperti Jumaroh dapat belajar dengan lebih fokus, sekaligus berlatih hidup mandiri.

Jumaroh yang bercita-cita menjadi atlet pencak silat dan ilmuwan biologi ini mengaku terkesan dengan fasilitas sekolahnya. Gedung-gedung yang luas, ruang kelas modern, laboratorium sains, perpustakaan, hingga lapangan olahraga lengkap tersedia untuk menunjang kegiatan belajar siswa.

“Kayak seneng banget, gede banget ya Allah, Masya Allah,” ungkapnya dengan mata berbinar penuh kekaguman.

Lebih dari sekadar fasilitas fisik, kehidupan di asrama juga mengajarkan Jumaroh arti kedisiplinan dan tanggung jawab. Jika dulu ia merasa kurang bersemangat, kini lingkungan sekolah membuatnya belajar untuk mandiri, rajin, dan disiplin mengatur waktu.

“Dulu aku tuh kayak orangnya males gitu. Terus di sini disiplin. Di sini juga aku makan teratur. Dulu tuh makan cuma sekali, kadang dua kali. Di sini aku makan tiga kali,” katanya.

Bagi Jumaroh, bisa makan teratur tiga kali sehari adalah hal yang sangat berarti. Ia merasakan perubahan besar dalam kesehatan dan semangat belajarnya. Dari yang dulu sering menahan lapar, kini ia bisa belajar dengan tenang tanpa khawatir perut kosong.

Di balik semangat barunya, Jumaroh menyimpan tekad kuat untuk membanggakan kedua orang tuanya. Ia ingin menjadi anak perempuan pertama dalam keluarga yang bisa menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

“Orang tua aku harapannya pengin aku tuh berguna bagi orang-orang di luar. Terus orang tua aku juga mau aku jadi anak perempuan satu-satunya yang bisa kuliah tinggi,” ucapnya lirih, namun penuh semangat.

Rasa rindu tentu sering hadir, karena tinggal di asrama membuatnya jarang pulang ke rumah. Namun Jumaroh memahami bahwa perjuangannya saat ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Ia bahkan menyampaikan doa dan pesan khusus kepada kedua orang tuanya.

“Sehat selalu buat kalian di rumah, terima kasih dari aku. Jumaroh di sini bakalan rajin belajar buat buktiin ke kalian kalau Jumaroh bisa sukses,” tuturnya dengan suara bergetar.

Di akhir perbincangan, Jumaroh tak lupa menyampaikan rasa terima kasih tulus kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat. Baginya, program ini bukan hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga memberi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kecil seperti dirinya.

“Terima kasih, Bapak Prabowo Subianto. Karena program Sekolah Rakyat, saya, Jumaroh, anak dari Bantar Gebang, punya harapan. Aku bisa belajar tanpa lelah, bermimpi tanpa batas. Terima kasih, Bapak Prabowo Subianto,” katanya menutup dengan penuh rasa syukur.

Kisah Jumaroh adalah potret nyata bagaimana program pendidikan gratis, berkualitas, dan berasrama yang digagas pemerintah mampu mengubah jalan hidup anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dari seorang anak yang dulu sering lapar, kini ia bisa belajar dengan perut kenyang, hati bahagia, dan pikiran penuh mimpi untuk masa depan.(Usm/ aRSp)

Gen Z Takeaway 

Dulu sering lapar dan hampir putus sekolah karena ekonomi keluarga, sekarang dia bisa belajar nyaman, tinggal di asrama, makan teratur 3x sehari, bahkan punya mimpi jadi atlet pencak silat dan ilmuwan biologi.

Semua ini berkat program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo yang kasih akses gratis plus fasilitas lengkap. Dari Bantar Gebang, Jumaroh buktiin kalau mimpi itu sah banget buat dikejar asal ada kesempatan dan tekad kuat

Bantar Gebang Presiden Probowo sekolah rakyat Siswa Sekolah Rakyat Testimoni sekolah rakyat

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB