BRIN: Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia Bukti Nyata Perubahan Iklim

Editor: Najib Khoiruddin
Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:30 WIB
BRIN: Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia Bukti Nyata Perubahan Iklim

astakom.com, Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti fenomena cuaca panas ekstrem akibat meningkatnya suhu udara ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, bahwa suhu maksimum di beberapa daerah sempat menembus 37 derajat Celcius, bahkan bisa lebih.

Pada Minggu, 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8 derajat Celcius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Sehari kemudian, 13 Oktober, suhu sedikit menurun menjadi 36,6 derajat Celcius di Sabu Barat (NTT).

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada 14 Oktober 2025, suhu kembali melonjak ke kisaran 34–37 derajat Celcius, terutama di wilayah Kalimantan, Papua, Jawa, NTB, dan NTT. Bahkan, di Majalengka dan Boven Digoel, Papua, suhu mencapai 37,6 derajat Celcius.

Kenaikan suhu ini terus berlanjut hingga pekan berikutnya, yakni pada Senin hingga Selasa (20–21 Oktober 2025), dimana Stasiun Meteorologi Kertajati mencatat suhu maksimum tertinggi mencapai 36,4 derajat Celcius.

BRIN dalam unggahan di akun Instagram resminya juga menegaskan, bahwa suhu siang hari di Indonesia bisa mencapai 35–38 derajat Celcius, terutama pada waktu siang hingga sore hari, yakni antara pukul 11.00 hingga 16.00 WIB.

Menurut BRIN, kondisi panas ekstrem ini terjadi karena posisi semu matahari berada di selatan ekuator. Kondisi ini membuat sinar matahari jatuh lebih tegak, sehingga suhu siang hari meningkat. Pembentukan bibit siklon tropis 96W di Laut Filipina juga menyebabkan awan terkonsentrasi di belahan bumi utara.

“Akibatnya, wilayah selatan ekuator minim awan dan terasa lebih panas di siang hari,” demikian tulis akun resmi @brin_indonesia dalam unggahan terbarunya, dikutip astakom.com, Kamis (23/10).

BRIN juga menyoroti bahwa fenomena suhu ekstrem kini makin sering terjadi, terutama di wilayah perkotaan besar. “Di kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, dan Jambi, panasnya makin terasa dari tahun ke tahun,” sebut BRIN.

Lembaga tersebut menjelaskan, selain akibat perubahan iklim global, aktivitas manusia seperti industri dan pembangunan tanpa ruang hijau turut memicu fenomena pulau panas perkotaan (urban heat island) yang membuat suhu di kota meningkat tajam.

Profesor Riset bidang Iklim dan Cuaca Ekstrem BRIN, Prof. Erma Yulihastin, menyebut kondisi ini sebagai fenomena hot spell. “Fenomena panas ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari ini disebut hot spell. Kondisi ini menjadi bukti nyata perubahan iklim di Indonesia yang kini terjadi lebih intens setiap tahun,” ujar Erma.

Ia juga menegaskan perlunya langkah antisipatif. “Karena itu pemerintah diharapkan memprioritaskan penerapan solusi berbasis alam dan modifikasi mikroklimat untuk mengurangi dampaknya,” ujarnya.

Imbauan BRIN kepada Masyarakat

Menghadapi cuaca panas ekstrem, BRIN mengimbau masyarakat untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 45–50 saat beraktivitas di siang hari. Masyarakat juga diimbau agar lebih banyak minum air, sehingga dapat terhindar dari dehidrasi.

BRIN juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca mendadak dari panas terik ke hujan deras, yang dapat disertai angin kencang. Adapun untuk aktivitas olahraga di luar ruangan sebaiknya dilakukan pukul 07.00–09.00 WIB atau 17.00–19.00 WIB.

Gen Z Takeaway

Bukan cuma perasaan, Indonesia beneran lagi kayak oven! BRIN bilang suhu bisa tembus 38°C, dan itu bukan cuma di pantai, tapi juga di kota-kota besar kayak Jakarta dan Surabaya. Fenomena ini disebut hot spell, alias gelombang panas ekstrem yang jadi bukti nyata kalau perubahan iklim udah makin nyata dan brutal tiap tahun.

Penyebabnya? Kombinasi antara posisi matahari yang lagi “on fire” di selatan ekuator, bibit siklon di utara, plus kota-kota kita yang makin minim ruang hijau. So, biar nggak gosong dan pingsan di jalan, pakai sunscreen, minum air banyak, dan hindari olahraga di jam neraka (11.00–16.00 WIB).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional BMKG BRIN Cuaca Ekstrem Cuaca Panas Iklim Perubahan Iklim

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB