Pertengahan Pekan, IHSG Hari Ini Diramal Ngegas Lagi
astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali menguat pada perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (22/10). Optimisme investor meningkat setelah IHSG pada perdagangan kemarin ditutup di level 8.238 atau naik 149,11 poin, setara 1,84 persen.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai potensi penguatan IHSG masih terbuka seiring ekspektasi bahwa Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
“Bank Indonesia diproyeksikan akan kembali menurunkan tingkat suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps). Dengan demikian, pasar hari ini akan cenderung menahan pergerakannya disebabkan oleh ekspektasi yang tinggi akan penurunan suku bunga,” kata Nico dalam riset hariannya, dikutip astakom.com, Rabu (22/10).
Menurutnya, penurunan suku bunga acuan akan berdampak signifikan terhadap pasar saham dan obligasi di Indonesia karena dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong investor untuk kembali masuk ke pasar modal.
“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 8.020–8.270,” ujar Nico.
Dinamika pasar hari ini juga dipengaruhi oleh rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang akan merampingkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dari sekitar 1.044 entitas menjadi hanya 230–240 dalam lima tahun ke depan.
Langkah ini disebut sebagai strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi aset negara agar menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dengan dukungan pendanaan dari dividen BUMN sekitar Rp140 triliun per tahun yang dapat langsung diinvestasikan kembali, Danantara diperkirakan bakal mengelola total dana investasi hingga Rp750 triliun dalam lima tahun mendatang.
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, T. Herditya Wicaksana menilai tren positif IHSG masih berlanjut. Ia mencatat, penguatan 1,84 persen ke level 8.238 pada perdagangan sebelumnya masih didominasi oleh volume pembelian.
“IHSG menguat 1,84 persen ke 8.238 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Penguatan IHSG menimbulkan gap di 8.117–8.161. Pergerakan IHSG akan menguji 8.228–8.365,” kata Herditya dalam riset hariannya.
Namun, ia juga mengingatkan adanya potensi koreksi setelah penguatan yang cukup tajam. “Waspadai akan penguatan terbatas dari IHSG dan menimbulkan koreksi di area 8.091–8.182,” tambahnya.
Gen Z Takeaway
IHSG lagi ngegas di pertengahan pekan ini. Setelah naik 1,84% ke level 8.238 kemarin, indeks saham hari ini diprediksi masih bakal lanjut menguat karena ekspektasi Bank Indonesia bakal nurunin suku bunga 25 bps, yang bisa bikin investor makin agresif masuk pasar.Tapi analis juga ngingetin, euforianya jangan kebablasan, karena potensi koreksi bisa muncul di kisaran 8.091–8.182. Di sisi lain, pemerintah lagi ngerapihin BUMN lewat Danantara yang siap kelola dana Rp750 triliun buat dorong efisiensi dan nilai ekonomi.










