Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Pemerintah Siapkan Subsidi Tiket Pesawat untuk Libur Nataru 2025-2026

astakom.com, Jakarta – Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana bepergian saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pemerintah resmi memberikan subsidi tiket pesawat domestik kelas ekonomi melalui kebijakan baru yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2025.

Kebijakan ini menegaskan bahwa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa angkutan udara berjadwal dalam negeri kelas ekonomi akan ditanggung sebagian oleh pemerintah. Dengan begitu, harga tiket pesawat dipastikan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Berdasarkan aturan tersebut, PPN sebesar 11 persen yang selama ini dibebankan pada tiket pesawat akan dibagi dua: 5 persen tetap dibayarkan oleh penumpang, sementara 6 persen akan ditanggung oleh pemerintah. Skema subsidi ini berlaku untuk seluruh penerbangan domestik, baik yang dioperasikan oleh maskapai BUMN, BUMD, maupun swasta.

Adapun periode pembelian tiket dengan potongan PPN ini berlaku mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, sementara periode penerbangan yang tercakup dimulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Kementerian Keuangan melalui PMK Nomor 71/2025 menjelaskan, bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari insentif fiskal akhir tahun untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi nasional.

“Bahwa untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian nasional, terutama selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah memberikan sejumlah insentif ekonomi, salah satunya berupa insentif pajak pertambahan nilai atas penyerahan jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang ditanggung pemerintah tahun anggaran 2026,” bunyi beleid tersebut, dikutip astakom.com, Minggu (19/10).

Pemerintah berharap kebijakan ini mampu meningkatkan jumlah penumpang pesawat selama masa libur Nataru, serta memperkuat sektor pariwisata dan perdagangan antarwilayah.

Dengan adanya insentif ini, harga tiket pesawat domestik diharapkan tetap stabil menjelang puncak musim liburan, tanpa lonjakan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah juga memastikan pengawasan ketat dalam pelaksanaan aturan ini agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.

Adapun kebijakan subsidi tiket pesawat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen menjaga aksesibilitas transportasi udara bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi di penghujung tahun 2025.

Gen Z Takeaway

Akhirnya pemerintah nggak cuma “ngomong doang,” tapi ngegas beneran bantu rakyat biar bisa liburan tanpa harus jual ginjal! Mulai 22 Oktober 2025 sampai 10 Januari 2026, tiket pesawat domestik kelas ekonomi bakal disubsidi, PPN 11% dibagi dua, 6% ditanggung pemerintah, 5% doang yang bayar penumpang.

Jadi harga tiket nggak bakal “terbang” setinggi langit pas libur Nataru. Intinya: ini bukan cuma soal diskon tiket, tapi juga strategi buat jaga daya beli, dorong wisata, dan bikin ekonomi tetap ngebul di akhir tahun. So yes, 2025 tutup tahun dengan kabar baik — liburan jalan terus, dompet aman!

Feed Update

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...