IHSG Hari Ini Masih Tertekan, Peluang Rebound Terbuka Jika Tembus Level 8.000
astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG hari ini) diperkirakan masih bergerak melemah dalam jangka pendek. Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka apabila indeks kembali menembus level psikologis 8.000.
Menurut riset Tim Analis Phintraco Sekuritas, IHSG berpotensi menguji level support di kisaran 7.725–7.780 pada pekan ini. Peluang penguatan akan lebih besar apabila indeks mampu bertahan di atas level psikologis 8.000, yang menjadi titik kunci arah tren jangka menengah.
“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melemah, namun peluang rebound akan lebih terbuka jika indeks mampu kembali di atas level psikologis 8.000,” tulis tim analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip astakom.com, Senin (20/10).
Sentimen Global dan Domestik
Phintraco menjelaskan, pergerakan IHSG pekan ini masih dibayangi oleh sentimen eksternal, terutama perkembangan perang dagang Amerika Serikat (AS)–Tiongkok. “Pada pekan ini perhatian investor masih akan tertuju pada perkembangan perang dagang AS-Tiongkok,” tulis Phintraco.Sebagaimana diketahui, indeks di Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan lalu di tengah perdagangan yang fluktuatif. Penguatan tersebut dipicu oleh komentar positif dari Menteri Keuangan AS yang membuka peluang dialog dengan mitra dagang Tiongkok, serta sinyal dari Presiden Donald Trump bahwa pertemuan dengan Presiden Xi Jinping masih mungkin terjadi.
“Komentar tersebut menimbulkan harapan bahwa tarif tambahan 100 persen terhadap Tiongkok pada 1 November mungkin tidak akan terjadi,” tulis Phintraco lebih lanjut.
Selain itu, saham-saham yang sebelumnya memimpin koreksi tajam, terutama di sektor bank regional AS, mengalami rebound pada Jumat (17/10). Hal ini terjadi karena ekspektasi investor bahwa kenaikan kredit macet bersifat sementara dan bukan tanda krisis yang lebih besar.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22 Oktober 2025. Konsensus memperkirakan BI akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Selain itu, data pertumbuhan kredit September (22/10) dan M2 Money Supply (23/10) juga akan menjadi sorotan pasar.
Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih dalam fase koreksi teknikal.
“Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (2) dari wave [3] pada label hitam, sehingga IHSG rawan melanjutkan koreksinya ke 7.700–7.830,” tulis tim Analis MNC Sekuritas dalam riset Daily Scope Wave.
“Namun, dalam jangka pendek kami perkirakan IHSG berpeluang menguat untuk menguji kembali 7.930–7.963,” tambahnya.
Rekomendasi Saham Potensial
Phintraco Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai berpeluang menghasilkan cuan pekan ini, di antaranya MIKA, LSIP, TKIM, MAIN, BTPS, dan SIDO.Adapun rekomendasi dari MNC Sekuritas adalah sebagai berikut:
HMSP – Buy on Weakness HMSP terkoreksi 2,88% ke 675 disertai tekanan jual. Saat ini HMSP berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i]. • Buy on Weakness: 615–655 • Target Price: 735, 770 • Stoploss: below 610
ULTJ – Buy on Weakness ULTJ menguat 0,38% ke 1.325 dengan peningkatan volume pembelian. Pergerakannya juga mampu bertahan di atas MA60 dan kini berada di awal wave C dari wave (A). • Buy on Weakness: 1.315–1.325 • Target Price: 1.345, 1.405 • Stoploss: below 1.295
UNTR – Buy on Weakness UNTR menguat 3,75% ke 26.950 dengan volume pembelian signifikan. Posisi UNTR saat ini berada di awal wave (v) dari wave [c]. • Buy on Weakness: 26.350–26.875 • Target Price: 27.350, 28.025 • Stoploss: below 25.825
ASII – Sell on Strength ASII terkoreksi 2,17% ke 5.625 dengan dominasi tekanan jual. Posisi ASII berada pada bagian wave [iv] dari wave 3, sehingga masih rawan koreksi lanjutan. • Sell on Strength: 5.675–5.750










